Tebing masih bergerak, retakan baru muncul di beberapa titik, ancaman longsor susulan, beberapa kali terjadi di belakang SMP 5.
Kemudian, akses masih tertutup total, membuat alat berat sulit masuk, dan listrik padam dan internet down, menyulitkan koordinasi cepat.
Salah satu regu lapangan menyebutkan bahwa suara batu dan tanah runtuh terdengar tiap beberapa menit ketika mereka mencoba mendekat ke titik pencarian. Evakuasi Tetap Berlangsung Meski tidak semua titik dapat dijangkau, dua lokasi menjadi prioritas harian, yaitu di SMP Negeri 5 Sibolga — lokasi dengan perkiraan korban terbanyak (sekitar 18 orang hilang), dan Tangga Seratus – Cafe Rumah Uci — dua warga masih tertimbun.
Tim Polres Sibolga, TNI, BPBD, Satpol PP, hingga relawan masyarakat bekerja secara bergiliran. Pada titik yang relatif aman, evakuasi tetap dilakukan secara manual tanpa alat berat. Korban Terus Dilaporkan Bertambah Hingga update terakhir, petugas mencatat 25 korban meninggal (mayoritas belum ditemukan, 2 luka-luka, serta puluhan warga masih hilang di beberapa lokasi
Jumlah ini diperkirakan bisa bertambah jika cuaca memburuk kembali. [dfb]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.