Phishing, yang meminta pengguna memasukkan data akun media sosial.
Malware, yang memaksa pengunduhan file berbahaya.
Pencurian data, melalui situs pihak ketiga yang tidak jelas kredibilitasnya.
Risikonya bukan hanya kebocoran data pribadi, tetapi juga potensi peretasan akun hingga kerugian finansial.
Literasi Digital Jadi Kunci
Hingga kini, keberadaan video dengan dua versi durasi yang ramai dibicarakan tersebut tidak pernah terkonfirmasi secara valid. Istilah “Teh Pucuk” diduga kuat hanya digunakan sebagai kata kunci umpan agar konten cepat viral.
Fenomena ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital. Di tengah derasnya arus konten viral, sikap kritis, kehati-hatian dalam mengklik tautan, serta kebiasaan memverifikasi informasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak hoaks maupun kejahatan siber. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.