Unggahan itu langsung disambut puluhan ribu komentar.
Ada yang terkejut, ada yang merasa tertipu.
Dalam konferensi pers, Deni muncul dengan wajah letih dan suara bergetar.
Ia membantah tuduhan pelecehan, penistaan agama, hingga isu bahwa ia sengaja menyamar untuk mendekati perempuan.
Namun ia mengakui pernah mengenakan hijab dan pakaian wanita ketika bekerja.
“Saya tidak pernah berniat menipu atau melecehkan siapa pun. Hijab saya pakai sebagai bentuk ekspresi diri,” kata Deni, dikutip Minggu (16/11/2025).
Ia juga menyatakan tuduhan bahwa ia shalat memakai mukena di shaf perempuan tidak benar.
Selama Ini Disangka Perempuan
Sejumlah pengantin dan wisudawati yang pernah dirias mengaku terkejut.
Banyak yang mengatakan bahwa mereka pernah melepas hijab, mengganti pakaian wisuda, bahkan membuka sebagian busana untuk koreksi rias, di ruangan tertutup bersama Dea Lipa, tanpa kecurigaan sama sekali.
“Kalau tahu laki-laki, pasti kami cari perias lain. Kami biasanya ganti kebaya tanpa batas,” ujar salah satu mantan klien.
Kesaksian-kesaksian tersebut semakin memperkuat keresahan publik, terutama dalam konteks privasi perempuan.
Sementara itu, dalam pengakuan terbaru, Deni mengaku menerima ribuan makian dan ancaman pembunuhan.
Ia bahkan sempat dua kali mencoba mengakhiri hidup karena tidak kuat menghadapi tekanan.
“Saya sangat terpukul. Saya pernah kehilangan kendali dan punya pikiran berbahaya,” ungkapnya sambil menangis.
Setelah heboh, ia memutuskan melepas hijab dan berjanji tidak akan mengenakan pakaian wanita lagi. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.