Jakarta, Sinata.id - Kekhawatiran soal keamanan perangkat kembali mencuat seiring temuan celah pada fitur unduhan otomatis di WhatsApp. Pengguna disarankan segera meninjau pengaturan aplikasi untuk mencegah potensi penyusupan file berbahaya tanpa disadari.
Temuan ini pertama kali diangkat oleh tim riset keamanan siber Zero Team dari Google dan kemudian mendapat perhatian luas dari komunitas keamanan digital.
Celah diduga muncul dari fitur “automatic download” yang secara default mengizinkan file media tersimpan langsung ke perangkat pengguna.
Dalam skenario serangan, pelaku kejahatan siber memanfaatkan celah tersebut dengan membuat grup percakapan palsu. Korban kemudian diundang masuk ke dalam grup tersebut.
Saat bergabung, file yang telah disusupi malware dapat terunduh otomatis tanpa interaksi lebih lanjut, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada perangkat.
Meski belum ada data pasti mengenai jumlah korban terdampak, laporan yang dikutip dari Mirror menyebutkan potensi risiko cukup besar mengingat skala pengguna WhatsApp yang mencapai miliaran di seluruh dunia.
Menyusul temuan ini, pihak WhatsApp telah merilis pembaruan sistem untuk menutup celah yang ada dan meminimalkan potensi serangan lanjutan.
Namun demikian, pakar keamanan dari Malwarebytes menilai langkah pencegahan di sisi pengguna tetap krusial. Salah satu rekomendasi utama adalah menonaktifkan fitur unduhan otomatis atau mengaktifkan mode privasi lanjutan agar file tidak langsung tersimpan ke perangkat.
Pengguna Android dapat melakukan penyesuaian dengan membuka menu pengaturan di aplikasi WhatsApp, lalu masuk ke opsi “Storage and data”.
Pada bagian “Media auto-download”, pengguna perlu menghapus centang seluruh jenis media—mulai dari foto, audio, video, hingga dokumen—baik saat menggunakan data seluler, Wi-Fi, maupun roaming.
Selain itu, pembatasan akses undangan grup juga dinilai penting untuk memutus rantai serangan.
Pengaturan ini dapat diubah melalui menu “Privacy”, kemudian memilih opsi “Groups” dan menggantinya dari “Everyone” menjadi “My contacts”, sehingga hanya kontak tersimpan yang dapat menambahkan pengguna ke grup.
Langkah-langkah tersebut dinilai dapat mengurangi risiko paparan file berbahaya, terutama bagi pengguna yang mengandalkan WhatsApp sebagai sarana komunikasi utama, termasuk untuk aktivitas pekerjaan. (A58)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.