Simalungun, Sinata.id – Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun akan memberikan bantuan kepada para petani di Nagori Silau Malela yang terdampak gagal panen akibat serangan tikus sawah pada akhir November 2025 lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, saat ditemui di kantornya, Selasa (14/4/2026). Ia menjelaskan bahwa dari total sekitar 130 hektare lahan persawahan, sekitar 30 hektare di antaranya mengalami gagal panen.
"Dari 130 ha tanah untuk menanam padi, 30 ha yang terdampak gagal panen, itupun dari spot-spot tertentu," ucapnya.
Menurut Jenri, kondisi ini tidak terlepas dari menurunnya partisipasi masyarakat dalam pengendalian hama tikus, khususnya menjelang musim tanam. Padahal, kegiatan berburu tikus secara bersama-sama sebelumnya menjadi salah satu langkah efektif dalam menekan populasi hama tersebut.
"Kalau ditarik ke belakang, biasanya setiap jelang musim tanam warga-warga biasanya berburu tikus sawah, tapi sekarang ini sudah tidak lagi, malah warga hanya menonton kalau pemerintah berburu tikus," ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut keberadaan tanaman kelapa sawit di sekitar area persawahan turut menjadi salah satu faktor meningkatnya populasi tikus di wilayah tersebut.
Jenri menegaskan, meskipun para petani mengalami kerugian akibat gagal panen, pihaknya memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan langsung berupa sembako maupun uang tunai.
"Kita tidak bisa memberikan bantuan sembako ataupun uang tunai, tapi kami bisa membagikan bibit tanaman padi secara gratis," ucapnya menutup pembicaraan.
Bantuan bibit padi tersebut diharapkan dapat membantu para petani untuk kembali menanam dan memulihkan produktivitas lahan mereka, sehingga dampak kerugian akibat gagal panen dapat segera teratasi. (SN19)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.