MENU
Gapura Perbatasan Simalungun-Siantar Dibongkar Sebelum Lebaran
WA FB
News

Gapura Perbatasan Simalungun-Siantar Dibongkar Sebelum Lebaran

T Editor : Tumpal Pandapotan | 11 Feb 2026 | 19:31 WIB
Gapura Perbatasan Simalungun-Siantar Dibongkar Sebelum Lebaran
apura perbatasan antara wilayah Simalungun dengan Kota Pematangsiantar.

Simalungun, Sinata.id - Pemkab Simalungun memutuskan untuk membongkar gapura perbatasan antara wilayah Simalungun dengan Kota Pematangsiantar yang terletak di Kecamatan Panambeian Panei. Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan penyempitan jalan (bottleneck) yang selama ini menjadi pemicu kemacetan panjang di jalur penghubung Siantar - Saribudolok.

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Esron Sinaga, di Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Selasa (27/01/2026). Rencana pembongkaran ini ditargetkan rampung sebelum memasuki masa mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H atau tahun 2026 masehi.

“Seluruh peserta rapat telah menyepakati pembongkaran gapura di KM 3-4 tersebut. Prioritas utama kami adalah kelancaran arus lalu lintas, mengingat volume kendaraan terus meningkat,” ujar Esron Sinaga saat memberikan keterangan pascarapat.

Urgensi pembongkaran gapura ini didasari oleh proyeksi lonjakan arus lalu lintas menjelang Lebaran mendatang. Pemerintah memperkirakan akan terjadi kenaikan volume kendaraan sebesar 70% hingga 80% dibandingkan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 lalu.

Titik gapura tersebut dinilai sangat krusial karena menjadi pertemuan arus kendaraan dari Tol Panei, ring road Siantar, Simpang Dua, dan arah Saribudolok. Dengan dibongkarnya struktur gapura, badan jalan efektif akan bertambah lebar hingga 6,8 meter, yang diharapkan mampu menghilangkan hambatan laju kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Simalungun, Firdaus Girsang, menjelaskan bahwa proses administrasi pemusnahan aset kini sedang ditangani oleh Dinas PUTR Kabupaten Simalungun. Selama proses pengerjaan di lapangan, petugas akan menerapkan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) untuk meminimalisir gangguan.

Ada dua opsi rekayasa lalu lintas yang disiapkan: arus kendaraan akan dialihkan sepenuhnya melalui jalur Tol Sinaksak menuju Tol Panei dan penutupan jalan secara parsial atau sebagian bagi pengguna jalan yang tetap melintasi area gapura.

Untuk menjamin keselamatan, pemerintah akan menyiagakan personel pengamanan di lokasi, mendirikan pos pantau sementara, serta memasang fasilitas keselamatan jalan seperti traffic cone, water barrier, dan lampu penerangan tambahan.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Polres Simalungun, Polresta Pematangsiantar, UPTD PUPR Pematangsiantar, serta PDAM Tirtauli untuk memastikan sinkronisasi pemindahan fasilitas publik jika terdampak selama proses pembongkaran berlangsung. (A58)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.