MENU
Geger Lagi! Dua Hari Berturut‑turut, Menu MBG Berbelatung Viral dan SP...
WA FB
News

Geger Lagi! Dua Hari Berturut‑turut, Menu MBG Berbelatung Viral dan SPPG Tulusrejo 2 “Dihentikan Sementara”

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Mar 2026 | 15:36 WIB
Geger Lagi! Dua Hari Berturut‑turut, Menu MBG Berbelatung Viral dan SPPG Tulusrejo 2 “Dihentikan Sementara”
MBG Berbelatung. (Screenshot)

Kota Malang, Sinata.id — Kehebohan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memuncak setelah dua temuan menu berbelatung secara beruntun mengguncang warganet dan memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Tulusrejo 2 yang berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Kasus ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan berbagai grup orang tua siswa, Rabu (11/3/2026).

Informasi resmi dari BGN menyebut penghentian operasional itu dilakukan setelah dua temuan menu MBG yang diduga terkontaminasi belatung muncul dalam kurun waktu dua hari, yang kemudian viral dan menjadi sorotan masyarakat luas melalui unggahan video dan foto di platform digital.

Viral pertama kali setelah wali siswa membagikan rekaman menu puding stroberi yang ternyata berisi belatung hidup ke dalam grup WhatsApp kelas pada Rabu, 4 Maret 2026. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara orang tua yang menunjukkan konten makanan yang tidak sesuai standar kebersihan saat dibuka di rumah.

Tak berhenti di situ, hari berikutnya kembali muncul temuan belatung pada menu macaroni schotel yang juga merupakan bagian dari paket MBG yang dibagikan kepada siswa, sehingga memicu pertanyaan publik terkait standar kualitas makanan yang disiapkan untuk program tersebut.

Dalam surat keputusan penghentian sementara bernomor 822/D.TWS/03/2026, BGN menjelaskan bahwa penghentian itu dilakukan “untuk proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan menyeluruh” terhadap unit layanan tersebut sebelum operasional kembali dibuka.

Langkah tegas ini juga dikonfirmasi oleh Ketua Satuan Tugas MBG Kota Malang sekaligus Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, yang menyatakan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari BGN dan akan mendukung proses evaluasi sampai fungsi dapur layanan tersebut benar‑benar layak kembali. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.