MENU
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina Tewaskan 15 Orang, Ratusan Bangunan Rusak 
WA FB
Berita

Gempa Dahsyat M7,8 Filipina Tewaskan 15 Orang, Ratusan Bangunan Rusak 

T Editor : Tigor Munthe | 08 Jun 2026 | 13:32 WIB
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina Tewaskan 15 Orang, Ratusan Bangunan Rusak 
Dampak gempa dahsyat Filipina. (Foto: Reuters)

MANILA, Sinata.id  – Sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas dan 129 lainnya mengalami luka-luka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) pagi.

Gempa terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat berada di lepas pantai General Santos City, Pulau Mindanao.

Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer sehingga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara kawasan Asia-Pasifik.

Kantor Pertahanan Sipil Filipina melaporkan sebagian besar korban jiwa berasal dari wilayah Soccsksargen yang mencakup Provinsi South Cotabato, Sultan Kudarat, Sarangani, serta Kota General Santos.

Direktur Pertahanan Sipil wilayah setempat, Rodrigo Sosmeña, mengatakan sebanyak 12 korban meninggal tercatat berasal dari kawasan tersebut, sementara total korban luka mencapai sedikitnya 129 orang.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan bangunan, terutama pusat-pusat perdagangan dan fasilitas komersial.

Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan bangunan ambruk, dinding retak, hingga kerusakan pada supermarket dan restoran di General Santos City yang berada dekat pusat gempa.

Gempa terjadi bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru di Filipina.

Rekaman video di media sosial memperlihatkan para siswa berlarian keluar kelas saat guncangan kuat mengguncang bangunan sekolah.

Sejumlah guru terlihat berusaha menenangkan dan melindungi murid-murid mereka di tengah kepanikan.

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., langsung memerintahkan seluruh instansi pemerintah terkait untuk bergerak cepat melakukan penanganan darurat dan evakuasi warga.

“Saya telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah terkait untuk bertindak segera,” kata Marcos seraya meminta masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk menuju lokasi yang lebih tinggi.

Gempa kuat tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah. Phivolcs mencatat gelombang tsunami terdeteksi di enam lokasi di Mindanao dengan tinggi gelombang terbesar mencapai 1,4 meter.

Selain Filipina, peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh sejumlah negara, termasuk Indonesia, Jepang, dan Australia.

Namun sebagian besar peringatan tersebut kemudian dicabut setelah kondisi dinyatakan aman.

Di Indonesia, BMKG sebelumnya mencatat gelombang tsunami dengan ketinggian bervariasi antara 9 sentimeter hingga 75 sentimeter di sejumlah wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara sebelum akhirnya mengakhiri peringatan dini tsunami pada Senin siang.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.