Padang, Sinata.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 18.21 WIB. Getaran gempa dilaporkan terasa hingga Kota Padang dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada pada koordinat 2,05 Lintang Selatan dan 100,05 Bujur Timur, atau sekitar 51 kilometer tenggara Tua Pejat, dengan kedalaman 11 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi yang dirilis merupakan data awal sehingga masih memungkinkan adanya pembaruan seiring masuknya data lanjutan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait potensi gempa susulan maupun kemungkinan tsunami.
Sejumlah warga mengaku merasakan guncangan cukup kuat dan berlangsung beberapa detik. Salah seorang warga Padang, Doni (42), menyebut getaran terasa seperti ayunan.
“Terasa ayunannya, cukup lama, sekitar 10 detik,” ujarnya.
Selain di Kota Padang, gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah lain, seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, dan Kota Pariaman.
Pada hari yang sama, BMKG juga mencatat aktivitas gempa lain di sekitar wilayah Mentawai. Gempa berkekuatan magnitudo 3,9 terjadi pada pukul 12.41 WIB dengan lokasi 116 kilometer selatan Tua Pejat dan kedalaman 21 kilometer. Sementara itu, gempa magnitudo 2,4 terjadi pada pukul 06.35 WIB di lokasi 58 kilometer timur Tua Pejat dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.