Penolakan Bantuan CSR
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta dari dana CSR BJB untuk korban penggusuran, termasuk kepada keluarga Aura. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara.
Namun, secara mengejutkan, Aura menunjukkan sikap enggan menerima bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mengemis bantuan finansial, melainkan memperjuangkan keadilan atas hak-haknya sebagai warga terdampak.
"Kalau untuk orang tua saya perlu, tapi pribadi saya tidak terlalu. Di TikTok saya tidak meminta kerohiman, saya hanya meminta keadilan dan kemanusiaan," ujar Aura Cinta.
Kebingungan sempat melanda Dedi Mulyadi yang mempertanyakan bagaimana keadilan bisa diberikan kepada pihak yang mendiami tanah milik negara secara ilegal. Meskipun demikian, bantuan tetap diserahkan kepada keluarga Aura sebagai bentuk kepedulian.
Mengomentari sikap keras Aura, Dedi Mulyadi berpesan agar semangat kritis remaja tersebut tetap diarahkan secara objektif.
"Biasa, namanya juga anak muda. Semoga hidupnya sukses, kritis tetap bagus, tapi harus objektif," tutup Dedi Mulyadi. (*)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.