MENU
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Ini Penyebab Bulan Merah dan Jadwal...
WA FB
Sains & Teknologi

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Ini Penyebab Bulan Merah dan Jadwal Puncaknya

J Editor : Jansen Siahaan | 03 Mar 2026 | 20:14 WIB
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Ini Penyebab Bulan Merah dan Jadwal Puncaknya
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. (freepik)

Bukti Ilmiah Bumi Berbentuk Bulat

Sejak zaman Aristoteles, gerhana bulan digunakan sebagai salah satu bukti bahwa Bumi berbentuk bulat karena bayangannya selalu melengkung.

Secara modern, fenomena ini juga dimanfaatkan ilmuwan untuk mempelajari dinamika orbit Bumi dan Bulan, struktur bayangan umbra dan penumbra, serta kondisi atmosfer Bumi melalui analisis spektrum cahaya.

Blood Moon Malam Ini

Gerhana Bulan Total atau blood moon terjadi pada Selasa (3/3/2026). Istilah blood moon digunakan karena saat fase totalitas Bulan tampak merah gelap.

Warna tersebut muncul ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi (umbra) dan hanya menerima cahaya merah hasil pembiasan atmosfer Bumi.

Tidak seperti gerhana matahari, gerhana bulan dapat dilihat langsung dengan mata telanjang. Meski demikian, pengamatan bisa terganggu jika cuaca mendung atau hujan

Jadwal Puncak Gerhana Menurut BMKG

Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (BMKG), Fachri Radjab, menjelaskan gerhana bulan total 3 Maret 2026 mulai pukul 18.03.56 WIB.

Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.

Fenomena ini berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.

Wilayah Indonesia bagian timur memiliki visibilitas lebih baik karena dapat menyaksikan fase awal sejak Bulan terbit. Sementara di wilayah barat Indonesia, gerhana sudah memasuki fase totalitas ketika Bulan mulai terlihat.

BMKG mengimbau masyarakat memilih lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit terbuka ke arah terbitnya Bulan.

Secara astronomis, gerhana ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota seri Saros 133. Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan kembali berulang pada 13 Maret 2044. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.