Surat Diduga Tak Pernah Sampai
Ginandjar mengungkapkan surat hasil pertemuan 14 menteri kemungkinan besar tidak pernah sampai langsung ke tangan Soeharto.
Ia hanya sempat menghubungi putri Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut, serta Panglima ABRI saat itu, Wiranto, untuk menyampaikan hasil pembicaraan tersebut.
Menurutnya, Soeharto diduga sudah mengetahui isi pembahasan para menteri sebelum surat resmi dikirimkan.
Ketika Wakil Presiden BJ Habibie berencana menemui Soeharto pada malam hari untuk membicarakan situasi politik, Menteri Sekretaris Negara Saadilah Mursjid menyampaikan bahwa Presiden sudah mengambil keputusan.
“Pak Habibie diminta datang keesokan pagi karena Presiden akan menyerahkan tanggung jawab kepemimpinan,” kata Ginandjar.
Keesokan harinya, tepat pada 21 Mei 1998, Soeharto resmi mengumumkan pengunduran dirinya setelah memimpin Indonesia selama 32 tahun. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.