MENU
Gustavo Petro Balas Tuduhan Trump: “Saya Bukan Pemimpin Narkoba, AS Te...
WA FB
Berita

Gustavo Petro Balas Tuduhan Trump: “Saya Bukan Pemimpin Narkoba, AS Telah Disesatkan!”

R Editor : Redaksi Sinata | 20 Oct 2025 | 14:48 WIB
Gustavo Petro Balas Tuduhan Trump: “Saya Bukan Pemimpin Narkoba, AS Telah Disesatkan!”
Presiden Kolombia, Gustavo Petro. (Viva)

Menanggapi keputusan itu, Petro menyindir balik bahwa kebijakan Trump justru akan memperburuk situasi di kawasan Amerika Latin.

“Mereka memutus bantuan, padahal yang kami butuhkan adalah kerja sama yang adil, bukan intervensi politik,” sindir Petro.

‘AS Harus Introspeksi’

Dalam pernyataan lanjutannya, Petro menegaskan bahwa perdagangan narkoba adalah masalah global, bukan hanya kesalahan satu negara. Ia menuding bahwa pasar utama kokain tetap berada di Amerika Serikat, sementara negara-negara produsen justru menanggung dampak sosial dan kekerasan yang lebih besar.

“Masalah narkoba bukan berasal dari Kolombia, tapi dari permintaan yang sangat besar di Amerika Serikat. Selama konsumsi di sana tidak terkendali, kartel akan selalu punya pembeli,” tegas Petro.

Petro juga mengingatkan Trump agar tidak mempolitisasi isu narkoba demi kepentingan kampanye domestik di AS. “Ini bukan soal siapa yang harus disalahkan, tetapi soal bagaimana kita bisa bekerja sama dengan cara yang saling menghormati,” pungkasnya.

Konflik kata antara kedua presiden ini berpotensi mengguncang hubungan diplomatik yang telah terjalin puluhan tahun. Kolombia merupakan salah satu sekutu strategis AS di Amerika Latin, terutama dalam perang global melawan narkotika.

Sejak awal 2000-an, Kolombia telah menerima bantuan lebih dari US$14 miliar dari Washington, termasuk program modernisasi militer dan operasi antinarkoba.

Namun, langkah Trump yang mencabut “sertifikasi” Kolombia sebagai mitra resmi antinarkotika pada September lalu, kini memperdalam jurang diplomatik di antara keduanya. Dengan kebijakan baru ini, Kolombia kini ditempatkan dalam daftar negara bermasalah bersama Venezuela, Bolivia, Afghanistan, dan Myanmar. [zainal/a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.