MENU
Harga BBM Berpotensi Naik 1 April 2026, Ini Faktor Penyebabnya
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga BBM Berpotensi Naik 1 April 2026, Ini Faktor Penyebabnya

J Editor : Jansen Siahaan | 30 Mar 2026 | 15:51 WIB
Harga BBM Berpotensi Naik 1 April 2026, Ini Faktor Penyebabnya
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (ptpertamina)

“Variabel harga acuan dan kurs sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran,” jelasnya.

Wisnu menambahkan, badan usaha juga memiliki kewenangan dalam menentukan harga jual BBM non-subsidi dengan tetap melaporkannya kepada pemerintah.

Tekanan Global dan Dampak Fiskal

Lonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel turut memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Setiap kenaikan 1 dolar AS harga minyak diperkirakan dapat menambah beban negara hingga Rp6,7 triliun.

Meski demikian, pemerintah diperkirakan tidak akan terburu-buru menaikkan harga BBM secara luas, terutama untuk jenis bersubsidi. Penyesuaian harga menjadi opsi terakhir jika tekanan fiskal semakin meningkat.

Di kawasan Asia Tenggara, sejumlah negara telah lebih dulu menaikkan harga BBM sejak akhir Februari 2026. Negara dengan mekanisme pasar penuh seperti Thailand dan Vietnam mengalami kenaikan lebih tajam.

Sementara itu, Malaysia yang masih memberikan subsidi mampu menahan kenaikan harga, sedangkan Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan karena tidak menerapkan subsidi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih relatif stabil di tengah tekanan global, dengan kenaikan BBM non-subsidi yang moderat serta BBM bersubsidi yang tetap menjadi penopang daya beli masyarakat.

Proyeksi Analis

Sejumlah analis memproyeksikan kenaikan harga BBM non-subsidi mulai April 2026. Pertamax diperkirakan bisa mencapai kisaran Rp13.500 hingga Rp14.500 per liter.

Sementara itu, Pertamina Dex diprediksi naik hingga Rp16.000–Rp16.500 per liter.

Kenaikan ini dipicu oleh harga minyak mentah Brent yang mencapai sekitar 115 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah masih memiliki opsi untuk menahan kenaikan harga, terutama untuk BBM bersubsidi, guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. (A02)

 

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.