Bahkan, harga timah disebut mencapai sekitar 60 ribu dolar AS per ton, salah satu level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan fiskal pemerintah di tengah tekanan harga energi dunia.
“Ketika harga energi meningkat, harga komoditas ekspor kita juga ikut naik. Jika dikonsolidasikan dengan baik, dampaknya terhadap APBN diharapkan masih dapat dikendalikan,” ujar Sugeng. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.