MENU
Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel
WA FB
Berita

Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel

R Editor : Redaksi Sinata | 18 Oct 2025 | 16:41 WIB
Harga Beras Mulai Turun, Minyak Goreng Masih Bandel
Harga beras akhirnya mulai terkendali. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Bulog menunjukkan hasil positif. (Ilustrasi/Ist)

Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami pergerakan harga yang cukup menarik. Harga telur ayam ras secara nasional berada di level Rp29.729 per kilogram, sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) nasional Rp30.000 per kilogram.

Untuk gula konsumsi, harganya masih di atas HAP. Secara nasional, rata-rata harga gula berada di Rp17.762 per kilogram, atau 1,5 persen lebih tinggi dari acuan Rp17.500 per kilogram.

Berbeda dengan itu, harga bawang merah justru menurun signifikan hingga 8,13 persen, menjadi Rp38.127 per kilogram. Sementara bawang putih bonggol ikut terkoreksi 9,36 persen, kini berada di Rp36.257 per kilogram dari kisaran acuan Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Daging Ayam dan Cabai Turun Tajam

Daging ayam ras juga tercatat turun 6,32 persen menjadi Rp37.459 per kilogram dari HAP nasional Rp40.000. Untuk cabai rawit merah, harga rata-rata nasional kini berada di Rp42.230 per kilogram, anjlok hingga 27,67 persen dibandingkan kisaran acuan Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Cabai merah keriting juga mencatatkan penurunan tipis, kini berada di level Rp54.417 per kilogram, atau turun sekitar 1 persen dari kisaran HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram.

Minyak Goreng Masih Bandel

Di sisi lain, harga minyak goreng curah masih sulit turun. Berdasarkan data nasional, rata-rata harga minyak goreng curah kini berada di Rp17.299 per liter, atau 10,18 persen lebih tinggi dari HET produk Minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Penurunan harga beras SPHP memberi harapan baru bagi kestabilan pangan nasional menjelang akhir tahun.

Namun di sisi lain, tantangan masih ada pada komoditas lain seperti minyak goreng dan gula, yang harganya belum sepenuhnya terkendali.

Pemerintah bersama Bulog disebut akan terus memperkuat operasi pasar agar efek stabilisasi ini dapat dirasakan merata oleh masyarakat hingga ke daerah-daerah. [zainal/a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.