Produk Olahan dan Kebutuhan Dapur Lain Ikut Terkoreksi
Untuk kategori pangan olahan, gula konsumsi turun 1,13% ke angka Rp17.816 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan anjlok hampir Rp1.000 menjadi Rp19.916.
Produk minyak “Kita” juga mengikuti tren melemah di level Rp17.028 per kilogram, turun 2,32%.
Tak kalah menarik, harga tepung terigu curah dan kemasan kompak turun lebih dari 5%, sedangkan garam konsumsi mengalami penurunan paling tajam di kelompok kebutuhan olahan: minus 7,40% menjadi Rp10.691 per kilogram.
Secara keseluruhan, turunnya harga di hampir semua lini pangan menandakan adanya perbaikan distribusi dan pasokan menjelang akhir pekan kedua Oktober.
Namun, para analis pangan mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap potensi kenaikan kembali menjelang musim hujan dan akhir tahun, periode yang biasanya menekan produksi pertanian.
Untuk sementara, masyarakat boleh sedikit bernapas lega. Harga-harga mulai jinak, dan dapur Indonesia bisa kembali ramai dengan aroma masakan yang menggoda tanpa harus menguras isi dompet. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.