MENU
Harga CPO PTPN Hari Ini Selasa 23 Desember 2025: Tembus Rp14.285 per K...
WA FB
Berita

Harga CPO PTPN Hari Ini Selasa 23 Desember 2025: Tembus Rp14.285 per Kg

R Editor : Redaksi Sinata | 23 Dec 2025 | 20:56 WIB
Harga CPO PTPN Hari Ini Selasa 23 Desember 2025: Tembus Rp14.285 per Kg
Harga CPO hari ini Selasa 23 Desember 2025 menguat. Tender PTPN tembus Rp14.285 per kg di Sumatra, sementara Kalimantan berakhir withdraw (WD). (Ilustrasi)

Sinata.id — Harga crude palm oil (CPO) kembali menguat dalam pelaksanaan tender hari ini, Selasa (23/12/2025). Data tender menunjukkan minat beli masih solid di wilayah Sumatra, dengan harga tertinggi menembus Rp14.285 per kilogram, sementara tender di Kalimantan berakhir withdraw (WD) meski counter price dipatok tinggi.

Dalam tender PTPN n4 (n5) volume 1.000 ton DMI, penawaran tertinggi datang dari IBP di level Rp14.265/kg, disusul AGM Rp14.260/kg dan WNI Rp14.177/kg. Dengan counter (CTR) Rp14.285/kg, tender ini accepted (ACC) dan dimenangkan oleh IBP. Pola serupa terjadi pada tender PTPN n4 (n3) 1.000 ton SAN DMI, di mana IBP kembali memimpin dengan Rp14.265/kg dan dinyatakan ACC pada CTR yang sama.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatra Barat, tender PTPN n4 (n6) 500 ton FCO Teluk Bayur mencatat penawaran tertinggi Wira Rp14.135/kg, mengungguli WNI Rp14.047/kg. Dengan CTR Rp14.155/kg, tender ini ACC dan dimenangkan Wira. Di lokasi lain, PTPN n4 (n6) 500 ton FOB Teluk Duku, penawaran MM Rp14.065/kg berhasil mengunci kemenangan setelah CTR dipasang Rp14.085/kg.

Namun situasi berbeda terjadi di Kalimantan. Tender PTPN n4 (n13) 2.000 ton FOB Kaltim dan 2.000 ton FOB Kalsel sama-sama WD. Padahal, CTR Rp13.885/kg telah ditetapkan. Di Kaltim, penawaran tercatat Rp13.600/kg, sementara di Kalsel penawaran tertinggi Rp13.177/kg—keduanya dinilai belum memenuhi ekspektasi harga.

Secara keseluruhan, harga CPO hari ini Selasa (23/12/2025) menunjukkan kekuatan permintaan di Sumatra dengan rentang transaksi Rp14.065–Rp14.285/kg, sementara Kalimantan masih tertahan akibat selisih penawaran dan counter yang terlalu lebar. Pelaku pasar menilai perbedaan serapan ini mencerminkan strategi beli yang selektif menjelang akhir tahun, dengan fokus pada lokasi yang menawarkan efisiensi logistik dan kepastian pasokan.

Penguatan di Sumatra memberi sinyal positif bagi harga CPO domestik dalam jangka pendek. Namun, berlanjut atau tidaknya tren ini akan sangat bergantung pada konsistensi penawaran mendekati counter, terutama di wilayah Kalimantan pada tender berikutnya. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.