MENU
Harga Emas Anjlok 1,23% di Awal Pekan, Sentimen Timur Tengah dan Data...
WA FB
Berita

Harga Emas Anjlok 1,23% di Awal Pekan, Sentimen Timur Tengah dan Data AS Jadi Penentu

N Editor : Nida | 20 Apr 2026 | 10:02 WIB
Harga Emas Anjlok 1,23% di Awal Pekan, Sentimen Timur Tengah dan Data AS Jadi Penentu
Emas antam (Istimewa)

Jakarta, Sinata.id - Harga emas dunia diperkirakan bergerak volatil sepanjang pekan ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Mengacu data Refinitiv, pada Senin (20/4/2026) pukul 06.27 WIB, harga emas tercatat turun tajam sebesar 1,23% ke level US$ 4.769,13 per troy ons. Penurunan ini membuat emas kembali menjauh dari level psikologis US$ 4.800 per troy ons.

Padahal, pada akhir pekan lalu harga emas sempat menguat 0,85% ke posisi US$ 4.828,3 per troy ons. Secara mingguan, logam mulia ini masih mencatat kenaikan sekitar 1,7% dan telah menguat selama empat pekan berturut-turut. Faktor Penggerak Harga Emas Pergerakan harga emas dalam waktu dekat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi geopolitik hingga data makroekonomi global.

Salah satu perhatian utama pasar adalah perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Gencatan senjata kedua negara dijadwalkan berakhir pada 22 April, yang berpotensi memicu ketidakpastian baru di pasar global.

Selain itu, investor juga akan mencermati:

Data penjualan ritel AS Data sektor perumahan Indeks sentimen konsumen Data PMI manufaktur dan jasa dari AS dan Inggris

Data-data ini akan memberikan gambaran arah ekonomi global sekaligus menentukan kebijakan moneter ke depan. Sentimen Positif dari ETF dan Logam Industri Pranay Mer dari JM Financial Services Ltd mengungkapkan bahwa minat investor terhadap logam mulia mulai kembali meningkat. Hal ini terlihat dari arus masuk dana ke ETF emas setelah sempat terjadi aksi jual besar pada Maret lalu.

Sementara itu, harga perak juga mendapat dukungan dari sentimen positif logam industri, terutama kenaikan permintaan tembaga serta proyeksi defisit pasokan yang masih berlanjut. Fokus ke Kebijakan The Fed Pelaku pasar juga menunggu sidang konfirmasi Senat AS untuk Kevin Warsh yang dijadwalkan berlangsung Selasa.

Warsh diperkirakan akan menyampaikan pandangan yang cenderung dovish terkait kebijakan moneter. Jika benar, hal ini dapat menjadi katalis positif bagi harga emas karena potensi pelonggaran suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik logam mulia.(A07)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.