“Ketika pasar sempat tenang, kini ketegangan baru muncul antara AS dan China. Volatilitas perdagangan global belum akan mereda. Justru situasi ini menjadi bahan bakar positif bagi kenaikan harga emas,” ujar Kyle Rodda, analis pasar dari Capital.com, seperti dilansir Bloomberg.
Investor Berburu Emas, Pasar Makin Panas
Tren pembelian emas kini terlihat di seluruh dunia. Para investor institusional hingga individu memilih meningkatkan kepemilikan logam mulia di tengah ancaman inflasi, pelemahan dolar, dan kebijakan perdagangan yang tak menentu. Dalam beberapa pekan terakhir, permintaan emas fisik melonjak di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dengan situasi global yang belum menunjukkan tanda stabil, banyak analis memprediksi harga emas masih berpotensi naik. Bahkan, sebagian memproyeksikan harga bisa menembus level psikologis baru dalam waktu dekat jika ketegangan AS–China tak segera mereda. [zainal/a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.