MENU
Harga Emas Dunia Anjlok 11% Imbas Konflik Iran dan Kenaikan Suku Bunga...
WA FB
Ekonomi & Bisnis

Harga Emas Dunia Anjlok 11% Imbas Konflik Iran dan Kenaikan Suku Bunga Global

J Editor : Jansen Siahaan | 23 Mar 2026 | 12:04 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok 11% Imbas Konflik Iran dan Kenaikan Suku Bunga Global
Ilustrasi emas antam. (cakaplah)

Reli harga emas dalam beberapa bulan terakhir juga mulai kehilangan momentum. Sejumlah investor diduga menjual emas untuk menutup kerugian pada aset lain. Sepanjang 2025, harga emas melonjak hingga 64 persen, menjadi kinerja terbaik sejak 1979. Bahkan, pada Januari 2026, harga emas sempat menyentuh level 5.000 dolar AS per troy ons untuk pertama kalinya.

Namun, pada Jumat (20/3/2026), harga emas turun di bawah 4.500 dolar AS per troy ons, menghapus kenaikan dalam dua bulan terakhir. Kenaikan tajam sebelumnya juga dipicu oleh partisipasi investor ritel yang membuat pergerakan emas sempat menyerupai saham spekulatif atau meme stock.

Analis dari ING menyebutkan bahwa momentum kenaikan harga emas mulai memudar. Sebagian investor menjual emas guna meningkatkan likuiditas atau menyeimbangkan portofolio.

Meski demikian, sejumlah analis masih optimistis terhadap prospek emas. Penguatan dolar AS dinilai bersifat sementara, sementara ketidakpastian geopolitik tetap tinggi. Veteran Wall Street, Ed Yardeni, bahkan memproyeksikan harga emas dapat mencapai 6.000 dolar AS per troy ons pada akhir tahun.

Namun, ia juga membuka kemungkinan revisi target menjadi 5.000 dolar AS jika harga emas terus bergerak berlawanan dengan ekspektasi di tengah tekanan geopolitik, inflasi, dan meningkatnya utang pemerintah AS.

Pada perdagangan Senin pagi (23/3/2026), harga emas kembali melemah lebih dari 2 persen seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga global.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 2,5 persen menjadi 4.372,86 dolar AS per ons troi pada pukul 09.38 WIB. Penurunan ini memperpanjang tren negatif selama sembilan sesi berturut-turut dan menjadi level terendah sejak 2 Januari 2026, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 10 persen dalam sepekan.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April 2026 turun 4,4 persen ke level 4.375,60 dolar AS per ons troi.

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menyebut bahwa konflik Iran yang memasuki pekan keempat serta harga minyak yang bertahan di kisaran 100 dolar AS per barel telah mengubah ekspektasi pasar dari penurunan menjadi potensi kenaikan suku bunga.

Ketegangan meningkat setelah Iran pada Ahad (22/3/2026) menyatakan akan menyerang sistem energi dan air negara-negara Teluk jika Presiden AS Donald Trump melanjutkan ancamannya terhadap jaringan listrik Iran.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.