Pematangsiantar, Sinata.id – FIFA resmi menaikkan harga tiket final Piala Dunia 2026 hingga mencapai 10.990 dolar AS atau sekitar Rp186 juta untuk kategori tertinggi.
Harga tersebut melonjak lebih dari lima kali lipat dibandingkan final Piala Dunia 2022 di Qatar. FIFA menyebut penerapan sistem harga dinamis serta tingginya permintaan sebagai alasan utama kenaikan tersebut. Selain tiket final, harga kategori lain juga mengalami peningkatan signifikan.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim. Turnamen ini akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.
Sebanyak 16 stadion di 16 kota telah dipilih sebagai venue pertandingan. Pemilihan stadion didasarkan pada kapasitas besar, fasilitas modern, serta pengalaman dalam menggelar ajang olahraga internasional.
Turnamen dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Laga pembuka akan digelar di Meksiko, sementara partai final akan berlangsung di kawasan New York/New Jersey, AS.
Stadion Utama di Amerika Serikat
Sebagian besar pertandingan akan digelar di AS dengan 11 stadion tuan rumah. Final turnamen akan dimainkan di MetLife Stadium yang memiliki kapasitas sekitar 82.500 penonton.
Selain itu, terdapat AT&T Stadium yang mampu menampung lebih dari 90 ribu penonton. Stadion besar lainnya meliputi SoFi Stadium, Mercedes-Benz Stadium, NRG Stadium, dan Lumen Field.
Venue lainnya adalah Levi’s Stadium, Lincoln Financial Field, Hard Rock Stadium, GEHA Field at Arrowhead Stadium, serta Gillette Stadium.
Stadion di Kanada dan Meksiko
Kanada akan menjadi tuan rumah di dua stadion, yaitu BC Place dan BMO Field.
Sementara itu, Meksiko menghadirkan tiga stadion, termasuk stadion legendaris Estadio Azteca yang akan menjadi lokasi laga pembuka.
Dua stadion lainnya adalah Estadio BBVA dan Estadio Akron.
Menariknya, Estadio Azteca akan mencetak sejarah sebagai stadion pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia dalam tiga edisi berbeda, yakni 1970, 1986, dan 2026. (A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.