“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar tidak memungut biaya kepada para korban. Jika masih ada masyarakat yang merasakan gejala seperti lemas setelah mengonsumsi mie tersebut, kami mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Sri.
Sementara itu, Sekda Kota Sibolga, Herman Suwito, mengingatkan para pelaku usaha kuliner agar lebih memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.
Ia menegaskan bahwa pelaku usaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan standar kesehatan.
“Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga meminta Dinkes untuk terus melakukan monitoring secara rutin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Sibolga,” tegasnya. (A01)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.