MENU
Heboh! 41 Orang Keracunan Mie Tek-Tek di Sibolga, Pemko Tutup Warung
WA FB
Hukum & Peristiwa

Heboh! 41 Orang Keracunan Mie Tek-Tek di Sibolga, Pemko Tutup Warung

J Editor : Jansen Siahaan | 08 Mar 2026 | 19:24 WIB
Heboh! 41 Orang Keracunan Mie Tek-Tek di Sibolga, Pemko Tutup Warung
Pemeriksaan terhadap mie tek-tek. (istimewa)

Sibolga, Sinata.id – Puluhan warga di Kota Sibolga mengalami keracunan setelah mengonsumsi mie tek-tek yang dijual di kawasan Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di simpang Jalan Elang, Kamis (5/3/2026).

Sebanyak 41 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala mual dan muntah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban mulai merasakan gejala tidak lama setelah menyantap mie tek-tek dari pedagang tersebut. Mereka kemudian mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Dari total korban, 22 orang merupakan balita, sementara sisanya adalah orang dewasa. Korban tertua dilaporkan berusia 55 tahun.

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga langsung turun ke lokasi penjualan yang sekaligus menjadi tempat produksi mie.

Petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sibolga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kebersihan proses pengolahan makanan, termasuk mengambil sampel mie yang masih tersisa untuk diuji di laboratorium. Selain itu, petugas juga memeriksa bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan mie tersebut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa rumah produksi mie tidak memenuhi standar kelayakan, terutama karena kondisi lokasi yang terbuka dan dinilai tidak higienis.

Meski demikian, petugas tidak menemukan adanya kandungan bahan kimia berbahaya seperti boraks pada mie tersebut. Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat sanitasi yang buruk sehingga memicu kontaminasi silang pada bahan makanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sibolga, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa indikasi awal mengarah pada masalah kebersihan dalam proses pengolahan makanan.

“Dugaan sementara kami mengarah pada masalah higienitas dalam proses pengolahan dan pembuatan mie. Secara fisik mie tidak tercium basi, namun sanitasi yang kurang terjaga berpotensi menimbulkan kontaminasi silang,” ujar Sri Wahyuni dalam konferensi pers di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga, Jumat (6/3/2026).

Untuk mencegah bertambahnya korban sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel muntah para korban, Pemko Sibolga memutuskan menutup sementara warung mie tek-tek tersebut.

Selain itu, petugas juga menarik sisa mie produksi yang belum diolah agar tidak lagi beredar di masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Pemko Sibolga memastikan bahwa biaya pengobatan di rumah sakit akan digratiskan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.