MENU
Heboh Lintah Hidup di Sajian MBG Siswa SMK, Bikin Geger Warga X
WA FB
News

Heboh Lintah Hidup di Sajian MBG Siswa SMK, Bikin Geger Warga X

R Editor : Redaksi Sinata | 22 Sep 2025 | 18:07 WIB
Heboh Lintah Hidup di Sajian MBG Siswa SMK, Bikin Geger Warga X
Temuan lintah dalam sajian burger MBG siswa SMK heboh di media sosial. (X)

Sinata.id - Isu kebersihan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan tajam warganet. Kali ini, bukan sekadar soal rasa atau porsi, tetapi temuan mengejutkan, seekor lintah hidup ditemukan menempel pada selada dalam burger MBG yang disajikan kepada siswa SMKN 2 Ogan Komering Ilir.

Video berdurasi 1 menit 47 detik yang menampilkan kejadian itu pertama kali dibagikan akun X (Twitter) @mdy_asmara1701 pada 21 September 2025.

Dalam video, terdengar suara Anisa Rani, siswi penerima MBG, yang mengonfirmasi temuannya, “Iya masih gerak, Pak, di selada.”

Hanya dalam hitungan jam, unggahan ini sudah ditonton lebih dari 236 ribu kali dan memicu perdebatan sengit.

Klarifikasi dan Tindak Lanjut Pemerintah Daerah

Sekretaris Daerah Ogan Komering Ilir, Asmar Wijaya, tak tinggal diam. Ia menegaskan pihaknya sudah mengerahkan Satgas untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Satgas akan memastikan kejadian ini dengan turun langsung ke sekolah, lokasi dapur, dan SPPG terkait,” ujarnya, dilansir Kilat.com.

Pemeriksaan lapangan diharapkan bisa memberi jawaban apakah ini kasus kelalaian kebersihan atau ada faktor lain yang lebih serius.

Reaksi Publik: Dari Lelucon hingga Kritik Pedas

Kolom komentar X dibanjiri tanggapan yang memadukan humor dan kemarahan.

Seorang pengguna bercanda, “Pertama, itu bukan lintah, itu siput tak berumah karena gajinya belum cukup buat KPR.”

Namun, warganet lain menekankan risiko kesehatan, “Kalau pun itu siput, tetap berbahaya. Bisa bawa parasit, sama seperti kasus di Australia.”

Tak sedikit yang mempertanyakan akuntabilitas program MBG.

Akun @djumadipartose1 menyoroti pola publikasi kasus, “Kenapa setiap ada makanan basi, belatung, dan keracunan, yang dipublikasikan nama sekolah, bukan dapur atau vendor? Kenapa juga tak pernah diproses hukum?”

Sementara itu, akun @rizalcania14819 mengusulkan pendekatan berbeda, “MBG rawan disabotase. Sebaiknya hentikan dulu dan ganti dengan bantuan tunai. Lebih bijak lagi, pemerintah ciptakan lapangan kerja, bukan sekadar bagi-bagi makanan.” (A46)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.