MENU
Hidup Bukan untuk Diri Sendiri: Ajaran Yesus tentang Kasih, Kerendahan...
WA FB
Religi

Hidup Bukan untuk Diri Sendiri: Ajaran Yesus tentang Kasih, Kerendahan Hati, dan Pelayanan kepada Sesama

F Editor : Ferry SP Sinamo | 19 Feb 2026 | 02:23 WIB
Hidup Bukan untuk Diri Sendiri: Ajaran Yesus tentang Kasih, Kerendahan Hati, dan Pelayanan kepada Sesama
Pdt Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.

Perspektif Kristiani, hidup memang bukan tentang "aku", melainkan tentang bagaimana kita menjadi saluran kasih bagi sesama.

​Berikut adalah penjelasan  mengapa hidup tidak boleh mementingkan diri sendiri, dikuatkan dengan Firman Tuhan:

1. Hakikat Kasih: Keluar dari Diri Sendiri

​Kasih yang sejati adalah kasih yang memberi, bukan menuntut. Jika kita hanya fokus pada kepentingan pribadi, kita menutup pintu bagi berkat yang seharusnya mengalir melalui kita ke orang lain.

​Filipi 2:3-4

​"Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga."

​Pesan utamanya: Kerendahan hati adalah kunci. Saat kita menganggap orang lain lebih utama, ego kita mengecil, dan kapasitas kita untuk mencintai membesar.

2. Teladan Tertinggi: Kristus

​Dasar terkuat mengapa kita tidak boleh mementingkan diri sendiri adalah teladan dari Yesus Kristus. Ia memiliki segalanya, namun melepaskan semuanya demi keselamatan manusia.

​Matius 20:28

​"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

​Jika Sang Pencipta saja memilih untuk melayani, maka kita sebagai ciptaan-Nya dipanggil untuk memiliki pola pikir yang sama. Hidup yang berdampak adalah hidup yang melayani, bukan yang dilayani.

3. Hukum yang Terutama

​Ketika ditanya tentang hukum yang paling penting, Yesus tidak menyebutkan tentang kesuksesan pribadi atau kenyamanan diri.

​Matius 22:39

​"Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

​Perintah ini mengajarkan keseimbangan. Kita harus merawat diri kita, tetapi takaran kasih yang kita berikan kepada diri sendiri itulah yang harus kita bagikan kepada orang lain.

4. Kehilangan untuk Menemukan

​Ada sebuah paradoks dalam hidup: semakin kita menggenggam hidup kita untuk diri sendiri, semakin kita merasa hampa. Namun, semakin kita memberikannya untuk orang lain, semakin kita merasa "hidup".

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.