3. Mengapa akibat yang diterimanya begitu mengerikan? (ay. 26-30)
4. Prinsip apa yang salah di mata Tuan-Nya? (ay. 26-30)
5. Prinsip apa yang disukai oleh Tuan-Nya? (ay. 21-23)
6. Apa perbedaan antara hamba yang baik dan hamba yang jahat?
Belajar dari perumpamaan ini, mari kita setia dalam perkara kecil, karena dari situlah Tuhan mempercayakan perkara yang lebih besar. Kesetiaan dan tanggung jawab adalah pintu masuk untuk menikmati sukacita Kerajaan Allah.
Setia dalam perkara kecil membuka pintu perkara besar dan membawa kita masuk dalam sukacita Tuan.
Selamat bersaat teduh, Tuhan Yesus memberkati, Haleluya. (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.