Oleh : Pdt Manser Sagala,M.Th.
Mengandalkan Tuhan sepenuhnya bukan berarti kita pasif, melainkan memindahkan pusat kendali hidup kita dari kekuatan diri sendiri ke dalam kedaulatan Tuhan. Ini adalah bentuk penyerahan diri yang total (total surrender).
Berikut adalah penjelasan mengenai makna mengandalkan Tuhan berdasarkan Firman-Nya:
1. Mengapa Kita Harus Mengandalkan Tuhan?
Manusia memiliki keterbatasan dalam hikmat dan kekuatan. Mengandalkan diri sendiri seringkali berujung pada kekecewaan karena dunia ini tidak pasti.
Yeremia 17:5, 7 "Beginilah firman TUHAN: 'Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! ... Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!'"
2. Cara Mengandalkan Tuhan Sepenuhnya
Mengandalkan Tuhan menuntut kita untuk melepaskan logika manusia yang seringkali bertentangan dengan jalan Tuhan.
A. Jangan Berpaut pada Pengertian Sendiri
Seringkali kita merasa tahu apa yang terbaik, namun pandangan Tuhan jauh lebih luas.
Amsal 3:5-6 "Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."
B. Menyerahkan Segala Kekuatiran
Mengandalkan Tuhan berarti percaya bahwa Dia peduli pada detail terkecil hidup kita.
1 Petrus 5:7 "Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."
3. Dampak dari Mengandalkan Tuhan
Ketika kita berhenti mencoba mengontrol segalanya dan mulai percaya, ada janji-janji Tuhan yang digenapi:
4. Contoh Nyata: Bergantung Seperti Ranting
Yesus memberikan perumpamaan yang sangat jelas bahwa di luar Dia, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ini adalah esensi dari ketergantungan penuh.
Yohanes 15:5 "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
Kesimpulan: Mengandalkan Tuhan sepenuhnya adalah sebuah pilihan harian. Ini melibatkan: Doa sebagai pengakuan bahwa kita butuh bantuan-Nya. Ketaatan untuk melangkah meskipun kita belum melihat hasilnya. Ketenangan karena tahu bahwa Tuhan memegang kendali atas hari esok.
Seperti yang tertulis dalam Mazmur 37:5: "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.