MENU
Hidup Menurut Roh atau Menurut Daging?
WA FB
Religi

Hidup Menurut Roh atau Menurut Daging?

R Editor : Redaksi Sinata | 17 Sep 2025 | 05:01 WIB
Hidup Menurut Roh atau Menurut Daging?
Pastor Dion Panomban.

Oleh: Pastor Dion Panomban Saat Teduh Abba Home Family | Rabu, 17 September 2025

Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Pertanyaannya untuk kita hari ini: * Apakah hidup kita masih berjalan dalam tuntunan Roh Kudus? * Apakah kita tetap hidup dalam ketaatan kepada-Nya? * Kapan terakhir kita mendengar suara Roh melalui firman-Nya? * Bagaimana keintiman kita dengan Roh Kudus? * Pengalaman apa yang pernah kita alami bersama Roh Kudus?

Cara sederhana untuk melihat apakah kita sungguh dipimpin Roh Kudus adalah dengan memeriksa hidup kita: apakah kita masih menuruti tabiat daging atau tidak.

Firman Tuhan Galatia 5:16, 19-21 (TB)

Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sebagainya. Barangsiapa melakukan hal-hal demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Roma 8:5-9 (TB)

Mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Mereka yang hidup dalam daging tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu.

Pertanyaan Perenungan

1. Seperti apa orang yang hidup menurut daging? Mereka hanya memikirkan hal-hal kedagingan, yang membawa kepada maut dan perseteruan dengan Allah.

2. Seperti apa orang yang dipimpin Roh Kudus? Mereka memikirkan hal-hal dari Roh, yang membawa pada hidup dan damai sejahtera.

3. Ciri hidup dalam daging (ay. 6-8): * Keinginannya membawa maut * Hidup dalam perseteruan terhadap Allah * Tidak takluk pada hukum Allah * Tidak berkenan kepada Allah

4. Ciri hidup dalam Roh (ay. 6-8): * Memiliki hidup dan damai sejahtera * Tunduk kepada Allah * Berkenan kepada Allah * Menunjukkan bahwa ia sungguh milik Kristus

5. Kesimpulan saat teduh pagi ini: Hidup menurut Roh Kudus adalah jalan menuju hidup yang berkenan di hadapan Allah, penuh damai sejahtera, dan menjauhkan kita dari perbuatan daging yang mendatangkan maut. Mari kita terus belajar berjalan dalam tuntunan Roh Kudus setiap hari, supaya hidup kita menjadi kesaksian bagi Kristus.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.