Oleh: Pdt Manser Sagala, M.Th.
Berjalan dengan keyakinan (iman) di tengah dunia yang kacau memang bukan hal yang mudah, tapi justru di sanalah kekuatan spiritual kita diuji dan dibuktikan. Dunia mungkin menawarkan ketidakpastian, tetapi firman Tuhan menawarkan sauh (jangkar) yang teguh bagi jiwa.
Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana menjaga keyakinan di tengah kekacauan, berdasarkan prinsip firman Tuhan:
1. Menyadari Bahwa Kekacauan Dunia Adalah Realitas, Bukan Kejutan
Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa dunia ini akan selalu tenang. Sebaliknya, Yesus sudah memperingatkan kita agar kita tidak terkejut saat badai datang.
Yohanes 16:33: "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Pesan Utama : Keyakinan kita bukan didasarkan pada situasi yang membaik, melainkan pada kemenangan Kristus yang sudah melampaui segala kekacauan tersebut.
2. Mengalihkan Pandangan: Dari Masalah ke Pencipta
Kekacauan seringkali mengaburkan pandangan kita.
Keyakinan tetap terjaga ketika kita sengaja memilih untuk memfokuskan mata rohani kita pada Tuhan, bukan pada besarnya badai.
Ibrani 12:2: "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan..."
Yesaya 26:3: "Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."
3. Kekuatan di Tengah Kelemahan
Saat dunia terasa berat, kita sering merasa tidak berdaya. Namun, firman Tuhan mengajarkan bahwa dalam titik terendah kita, kuasa Tuhan justru bekerja paling maksimal.
2 Korintus 12:9: "Tetapi firman-Nya kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu; sebab di dalam kelemahankulah kuasa-Ku menjadi sempurna.'"
Aplikasi : Jangan takut merasa lemah. Keyakinan bukan berarti kita "kuat," tetapi kita tahu Siapa yang memegang tangan kita saat kita tidak sanggup lagi berdiri.
4. Berpegang pada Janji yang Tak Berubah
Di dunia yang serba berubah (ekonomi, politik, kesehatan), kita butuh sesuatu yang absolut. Tuhan adalah satu-satunya variabel yang tetap.
Ibrani 13:8: "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.