Jakarta, Sinata.id - Sejak H-8 hingga Selasa (16/3/2026) atau H-4 Lebaran, Kementerian Perhubungan mencatat, sebanyak 6.251.806 pemudik telah menggunakan angkutan umum. Jumlah itu meningkat 10,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu menunjukkan bahwa moda transportasi kereta api menjadi yang mengalami kenaikan tertinggi, yakni mencapai 15,67 persen dengan total 1,86 juta penumpang.
Selain itu, angkutan udara mencatat 1,42 juta penumpang (naik 8,14 persen), angkutan laut 527 ribu penumpang (naik 10,50 persen), penyeberangan 1,51 juta penumpang (naik 11,27 persen), serta angkutan darat 924 ribu penumpang (naik 6,41 persen).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyampaikan bahwa peningkatan ini menunjukkan masyarakat mulai mudik lebih awal.
Menurutnya, tren tersebut dipengaruhi oleh kebijakan cuti bersama dan fleksibilitas kerja seperti work from anywhere (WFA), sehingga perjalanan tidak menumpuk di satu waktu.
Kemenhub juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik rawan kepadatan, seperti Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, terutama karena adanya penutupan operasional saat Hari Raya Nyepi.
Dari sisi layanan, performa ketepatan waktu angkutan umum terpantau cukup baik. Kereta api antarkota mencatat ketepatan waktu hingga 95,90 persen, sementara angkutan laut dan penyeberangan juga berada di atas 95 persen.
Meski demikian, Kemenhub tetap mewaspadai faktor cuaca dan aktivitas geologi, termasuk sebaran abu vulkanik dari Gunung Semeru dan Gunung Ibu di Halmahera yang sempat memengaruhi beberapa rute penerbangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna memastikan perjalanan mudik berjalan aman, lancar, dan nyaman. (A18)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.