MENU
Horor Musala Ambruk di Sidoarjo, Santri Berlari Panik, Sebagian Masih...
WA FB
News

Horor Musala Ambruk di Sidoarjo, Santri Berlari Panik, Sebagian Masih Terjebak di Puing

R Editor : Redaksi Sinata | 30 Sep 2025 | 01:21 WIB
Horor Musala Ambruk di Sidoarjo, Santri Berlari Panik, Sebagian Masih Terjebak di Puing
Horor melanda Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo saat musala ambruk ketika salat berjemaah. Santri berlari panik, sementara sebagian masih terjebak di bawah puing reruntuhan.

Sinata.id – Suasana sore di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, berubah jadi mimpi buruk pada Senin (29/9/2025). Ratusan santri yang tengah salat berjemaah mendadak dikejutkan suara gemuruh keras. Dalam sekejap, musala di kompleks pesantren itu runtuh. Santri berhamburan keluar, berteriak panik, sementara sebagian lain masih terjebak di bawah tumpukan puing.

Seorang santri bernama Wahid mengaku masih syok dengan kejadian tersebut. Menurutnya, musala sempat bergoyang saat rakaat kedua.

“Tiba-tiba bagian ujung ambruk, lalu merambat ke bagian lain. Semua langsung panik. Ada yang sempat lari, ada juga yang tertimpa,” tuturnya.

Teriakan minta tolong terdengar dari balik reruntuhan. Tangisan pilu para korban membuat suasana semakin mencekam.

Evakuasi dengan Penuh Kehati-hatian

Basarnas Surabaya langsung menurunkan tim penyelamat.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati.

“Bangunan masih rawan runtuh. Kami hindari penggunaan alat berat agar tidak menimbulkan getaran tambahan,” katanya.

Hingga malam, empat korban berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka.

Namun suara-suara lirih dari dalam puing menjadi tanda masih banyak santri yang terjebak.

Pengecoran Diduga Jadi Pemicu

KH Abdus Salam Mujib, pengasuh Ponpes Al-Khoziny, menegaskan musala tersebut masih dalam tahap akhir pembangunan.

“Sudah hampir sepuluh bulan dikerjakan. Hari ini pengecoran terakhir di bagian atas. Tapi tiba-tiba jebol,” ungkapnya.

Menurut keterangan, pengecoran dilakukan sejak pagi hingga siang.

Namun tak disangka, beban bangunan justru tak mampu ditahan, hingga musala runtuh saat dipakai salat berjemaah.

Santri Luka Dilarikan ke Rumah Sakit

Ambulans silih berganti membawa korban ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo, di antaranya RSUD Sidoarjo, RS Delta Surya, dan RS Siti Hajr.

Namun hingga kini jumlah pasti santri yang selamat maupun masih tertimbun belum dapat dipastikan.

“Banyak santri yang berhasil keluar, tapi juga banyak yang masih di dalam puing,” kata seorang relawan yang ikut membantu evakuasi.

Munir, Ketua RT setempat, mengaku sempat mengira suara gemuruh berasal dari gempa bumi.

“Tanah bergetar, suara keras sekali. Ternyata musala roboh. Banyak anak-anak pesantren masih di dalam,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.