MENU
Hukum Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadhan 1447 H, Wajib atau Tidak?
WA FB
Religi

Hukum Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadhan 1447 H, Wajib atau Tidak?

J Editor : Jansen Siahaan | 17 Feb 2026 | 16:42 WIB
Hukum Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadhan 1447 H, Wajib atau Tidak?
Ilustrasi mandi. (freepik)

Berikut bacaan niat mandi sunnah masuk Ramadhan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدُخُولِ رَمَضَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu ghusla lidukhuli ramadhona sunnatan lillahi ta’ala Artinya: “Aku berniat mandi untuk memasuki bulan Ramadhan sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, bagi yang berada dalam keadaan hadas besar, berikut niat mandi wajib:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan

Syarat wajib puasa meliputi beragama Islam, baligh, berakal sehat, mampu menjalankan puasa, mengetahui masuknya bulan Ramadhan, dan tidak dalam kondisi haid atau nifas bagi perempuan

Adapun rukun puasa terdiri atas dua hal utama, yakni niat pada malam hari sebelum fajar dan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Mandi besar atau keramas sebelum Ramadhan bukanlah kewajiban dan tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa. Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi junub saat memasuki waktu Subuh, selama niat telah dilakukan dan rukun puasa terpenuhi.

Membersihkan diri sebelum Ramadhan merupakan amalan yang baik. Namun, niatkan sebagai bentuk menjaga kebersihan dan kesiapan spiritual, bukan sebagai syarat sah berpuasa. (A02)

 

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.