MENU
HUT ke-15 Tumpuan Sumbayak Boru Pakon Panagolan Siantar Martoba Terlak...
WA FB
Berita

HUT ke-15 Tumpuan Sumbayak Boru Pakon Panagolan Siantar Martoba Terlaksana

R Editor : Redaksi Sinata | 04 Aug 2025 | 12:11 WIB
HUT ke-15 Tumpuan Sumbayak Boru Pakon Panagolan Siantar Martoba Terlaksana
Anggota Tumpuan Sumbayak Boru Panaholan menghadiri Hut ke15.

“Mereka adalah bukti bahwa hidup yang dibangun atas dasar nilai-nilai ilahi tidak akan sia-sia. Tuhan memberkati marga ini karena akarnya bertumbuh dalam kasih dan kebenaran,” ujar Pdt. Erwin.

Rangkaian liturgi ibadah turut diisi oleh:

St. Barthimenus Sumbayak sebagai pembawa agenda ibadah St. Tiarmalina Napitupulu yang membawakan pujian St. Minar Sinaga dan St. Renny Purba sebagai pelayan kolekta St. Linda Simaremare sebagai pemimpin doa syafaat

Sementara St. Jhonni H. Pardede dan St. Linda Simaremare bertugas sebagai pembawa acara.

Simbol Sukacita dan Pesan Kekompakan

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat seluruh anggota Tumpuan saling membagikan roti — simbol kasih, persatuan, dan kesatuan dalam Kristus. Suasana kehangatan dan keakraban begitu terasa dalam kebersamaan yang tulus.

Sambutan juga disampaikan oleh berbagai perwakilan:

Martuahman Purba mewakili boru/panagolan St. Radianto Sumbayak mewakili sanina Herulianus Sumbayak mewakili penasehat St. Binsar Panalom Sumbayak sebagai ketua/pengurus

Tiga pesan utama yang ditekankan dalam sambutan tersebut ialah:

1. Saling memperhatikan dan menopang dalam suka dan duka.

2. Menjaga komunikasi, kekompakan, dan kesetiaan.

3. Menjadi teladan dan berkat di tengah masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan ramah tamah, mempererat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama 15 tahun.

Tumpuan: Wajah Kekinian dari Warisan Nilai Sumbayak

Tumpuan Sumbayak Boru Pakon Panagolan di Siantar Martoba menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup dan relevan di tengah zaman modern. Komunitas ini terus menjunjung tinggi warisan spiritual dan etika yang telah diwariskan: takut akan Tuhan, hidup penuh kasih, menjunjung kejujuran, serta menghargai pendidikan dan etos kerja.

“Sumbayak bukan hanya marga — ia adalah warisan nilai, karakter, dan panggilan hidup untuk menjadi berkat bagi generasi kini dan mendatang,” ujar St. Binsar Panalom Sumbayak.

Sebagai penutup, ia menegaskan identitas luhur yang harus terus dijunjung oleh boru Sumbayak, sebagai bagian dari keturunan Simalungun, “Boru Sumbayak harus hidup dengan sifat bujur dan toru maruhur — itulah jati diri boru Simalungun yang sesungguhnya. Di situlah letak kehormatannya". (A27).

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.