MENU
Ibadah Passion Pertama GKPPD Pematangsiantar: Renungan Yohanes 3:14-16...
WA FB
Religi

Ibadah Passion Pertama GKPPD Pematangsiantar: Renungan Yohanes 3:14-16 tentang Kasih dan Keselamatan

J Editor : Jansen Siahaan | 29 Mar 2026 | 21:29 WIB
Ibadah Passion Pertama GKPPD Pematangsiantar: Renungan Yohanes 3:14-16 tentang Kasih dan Keselamatan
Kegiataan Ibadah Passion Pertama GKPPD Pematangsiantar. (sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id — Jemaat GKPPD Pematangsiantar melaksanakan Ibadah Passion Pertama pada Minggu (29/3/2026) malam, dengan penuh kekhidmatan dan penghayatan iman.

Ibadah ini menjadi momentum penting bagi umat untuk merenungkan penderitaan serta kasih pengorbanan Yesus Kristus menjelang peringatan Paskah.

Ibadah berlangsung dalam suasana teduh, diiringi pujian dan penyembahan yang membawa jemaat masuk ke dalam perenungan mendalam akan makna salib sebagai simbol kasih dan keselamatan.

Khotbah Yohanes 3:14-16: Kasih sebagai Tanda Keselamatan

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Psalmen Padang, M.Th., yang mengangkat nats dari Yohanes 3:14-16.

Dalam khotbahnya ditegaskan bahwa kasih Allah dinyatakan secara nyata melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Pengorbanan tersebut bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan wujud kasih yang menyelamatkan manusia dari dosa.

Beliau menekankan bahwa:

Kasih adalah ciri utama orang yang telah diselamatkan

Manusia memiliki nilai yang sangat berharga di hadapan Tuhan

Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam kasih

“Jika kita telah diselamatkan, maka hidup kita harus mencerminkan kasih itu, baik kepada sesama maupun kepada Tuhan,” menjadi inti pesan dalam khotbah tersebut.

Pelayanan Ibadah yang Penuh Penghayatan

Ibadah Passion ini dipimpin oleh:

Liturgis: St. Pisah Rinto Sinamo, ST

Pembawa nyanyian: St. R. br Solin

Melalui pujian dan liturgi yang tersusun rapi, jemaat diajak untuk semakin menghayati makna penderitaan Kristus sebagai jalan keselamatan.

Narasi Passion: Menggugah Hati Jemaat

Dalam narasi Passion yang disampaikan oleh St. Pisah Rinto Sinamo, ST, jemaat diajak merenungkan perjalanan penderitaan Yesus hingga ke kayu salib.

Narasi tersebut menegaskan bahwa salib bukan hanya lambang penderitaan, tetapi juga lambang kasih Allah yang sempurna bagi manusia. Melalui refleksi ini, jemaat diingatkan untuk tidak hanya memahami, tetapi juga menghidupi kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Ibadah Passion bagi Kehidupan Umat

Ibadah Passion Pertama ini memberikan pesan mendalam bahwa:

Kasih adalah inti dari iman Kristen

Kasih merupakan bukti keselamatan

Kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata

Dengan demikian, kehidupan orang percaya tidak hanya berpusat pada ibadah, tetapi juga pada praktik kasih dalam kehidupan sosial.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.