Jakarta, Sinata.id —Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan momentum positif pada perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026) ditutup melonjak tajam 1,5% ke level 8.396, meskipun data fiskal pemerintah mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp54,6 triliun per Januari 2026, atau setara 0,21% dari produk domestik bruto (PDB).
Gelombang pembelian yang kuat sepanjang sesi perdagangan berhasil menahan koreksi, bahkan membalikkan kekhawatiran investor yang sebelumnya sempat fokus pada pelebaran defisit fiskal di awal tahun. Pergerakan IHSG yang sempat bergerak di kisaran 8.327–8.397 menunjukkan optimisme pelaku pasar domestik.
Data hari ini, mencatat lebih banyak saham yang menguat dibanding melemah, mencerminkan sentimen positif di lantai bursa.
Penguatan IHSG juga didukung oleh kenaikan indeks LQ45 yang mencatat apresiasi serupa serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Mata uang Garuda berhasil memperbaiki posisinya di kisaran Rp16.800–Rp16.794 per dolar AS, menjauh dari ambang psikologis yang sempat dikhawatirkan pasar.
Meski realisasi defisit APBN awal tahun menjadi sorotan, pengamat ekonomi menilai angka tersebut masih dapat dikelola dengan prudent.
Volume perdagangan pada hari ini dilaporkan tinggi, dengan puluhan miliar saham berpindah tangan dan nilai transaksi yang mencerminkan antusiasme investor. Aktivitas pasar yang dinamis ini menjadi sinyal bahwa investor memilih untuk mengambil peluang kenaikan, terlepas dari sinyal defisit anggaran yang tertuang dalam data APBN terbaru.
Sejumlah analis juga menyoroti peran sentimen global, di mana pelemahan dolar AS setelah serangkaian indikator ekonomi menimbulkan ruang bagi aliran modal ke aset berdenominasi rupiah. Hal ini turut memperkuat optimisme terhadap aset saham domestik di Bursa Efek Indonesia.
Dengan pergerakan IHSG yang memuncaki sesi perdagangan di zona hijau dan nilai tukar rupiah yang stabil kembali, pelaku pasar tampak memposisikan diri pada level risiko yang lebih agresif setelah pekan-pekan sebelumnya menunjukkan tren positif meski bergulat dengan sejumlah sentimen eksternal dan domestik. [a46]
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.