MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Ilmuwan Muslim Indonesia Ciptakan \"Hidung Elektronik\" Pendeteksi Bab...
WA FB
Sains & Teknologi

Ilmuwan Muslim Indonesia Ciptakan \"Hidung Elektronik\" Pendeteksi Babi

T Editor : Tigor Munthe | 18 May 2026 | 17:25 WIB
Ilmuwan Muslim Indonesia Ciptakan \"Hidung Elektronik\" Pendeteksi Babi
Tim Peneliti. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Sinata.id - Tim peneliti lintas kampus dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil mencatatkan terobosan baru dalam teknologi sertifikasi halal nasional.Β 

Didanai oleh program bergengsi MoRA The Air Funds β€” hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP β€” mereka menghadirkan dua prototipe alat deteksi kandungan non-halal yang dapat dioperasikan langsung di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, riset ini merespons kebutuhan mendesak akan metode verifikasi halal yang praktis, ekonomis, dan akurat β€” tanpa harus bergantung pada laboratorium konvensional yang memakan waktu dan biaya. Dua Teknologi Unggulan Sensor Molekuler DNA

Kit portabel yang mendeteksi DNA babi secara kualitatif, cepat dan akurat bahkan pada sampel yang telah diencerkan hingga 100.000 kali. Ideal untuk auditor halal di lapangan.

Electronic Nose (E-Nose)

Sensor penciuman elektronik yang mengenali aroma khas bahan tidak halal. Cukup "cium" makanannya β€” alat ini akan menyatakan ada tidaknya campuran bahan haram.

"Dengan pengenceran 100.000 kali, kit portabel kami masih dapat mendeteksi DNA babi dengan cepat, mudah dan akurat. Ini akan memudahkan auditor halal di lapangan maupun masyarakat yang ingin mendapat jaminan halal." β€” Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D Β· Ketua Tim Peneliti, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Teknologi e-nose bekerja layaknya indra penciuman yang peka: sensor elektronik di dalamnya mampu mengenali "sidik jari" aroma dari bahan-bahan tertentu, termasuk turunan babi yang tersembunyi dalam formula produk makanan.Β 

Ke depan, alat ini diharapkan dapat digunakan siapa saja β€” bukan hanya auditor profesional β€” untuk memverifikasi kehalalan produk secara mandiri dan real-time.

Selain pengembangan prototipe, tim juga berhasil mempublikasikan dua artikel riset pada jurnal internasional bereputasi dan mendaftarkan paten kedua inovasi ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).Β 

Capaian ini menjadi bukti komitmen PTKIN dalam berkontribusi nyata pada penguatan ekosistem halal nasional melalui jalur ilmiah. Tim Peneliti

Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D Chris Adhiyanto, Ph.D Prof. Dr. Nur Inayah, M.Si Prof. Arif Zamhari, Ph.D Prof. Dr. Sri Harini, M.Si Dr. Imam Tazi, M.Si

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.