Oleh: St Ferry SP Sinamo, SH, MH
Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang mengukur iman dari seberapa cepat doa dijawab dan masalah diselesaikan. Padahal, iman sejati tidak diukur dari hasil yang instan, melainkan dari ketekunan untuk tetap percaya meski jawaban belum terlihat.
Pesan ini sejalan dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius 17:20, ketika Ia berkata bahwa iman sebesar biji sesawi saja mampu memindahkan gunung. Pernyataan tersebut bukan sekadar metafora tentang kekuatan luar biasa, melainkan panggilan untuk membangun keyakinan yang teguh di tengah ketidakpastian.
Iman Bukan Alat Memaksa Tuhan
Sering kali iman dipahami sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun, iman bukanlah alat untuk memaksa Tuhan mengikuti kehendak manusia. Sebaliknya, iman adalah sikap hati yang membuka diri terhadap rencana dan kehendak-Nya.
Dalam perspektif iman Kristen, percaya berarti berserah. Ketika seseorang tetap berpegang pada pengharapan meski doa belum terjawab, di situlah kualitas iman sedang diuji dan dimurnikan. Iman yang dewasa tidak bergantung pada situasi, melainkan bertumpu pada karakter Allah yang setia.
Gunung di Luar dan Gunung di Dalam
Ayat tentang memindahkan gunung kerap dipahami secara harfiah sebagai kuasa atas persoalan besar. Namun, “gunung” yang dimaksud juga dapat dimaknai sebagai hambatan batin: keraguan, ketakutan, kekecewaan, dan rasa putus asa.
Justru gunung dalam diri inilah yang sering lebih sulit dipindahkan. Ketika seseorang berani melangkah dengan keyakinan, meski hatinya masih bergumul, iman sedang bekerja secara nyata. Perubahan terbesar sering dimulai dari dalam hati sebelum terlihat dalam kenyataan.
[caption id="attachment_32183" align="aligncenter" width="553"] Ilustrasi.[/caption]
Kuasa dalam Hal yang Kecil
Biji sesawi dikenal sebagai salah satu benih terkecil pada masa itu. Namun, dari benih kecil itu dapat tumbuh tanaman yang besar. Pesan ini menegaskan bahwa iman tidak harus tampak spektakuler. Yang terpenting adalah ketulusan dan konsistensi.
Iman kecil yang dipelihara dengan tekun dapat menghasilkan dampak besar. Dalam kehidupan sehari-hari, hal itu tampak melalui kesabaran menghadapi masalah keluarga, keteguhan dalam pekerjaan, serta keberanian menghadapi tantangan tanpa kehilangan pengharapan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.