Kalimat ini menegaskan keyakinan Abraham bahwa Tuhan adalah penyedia sejati (Yahweh Yireh).
Puncak Pengorbanan dan Ketaatan
Setibanya di tempat itu, Abraham membangun mezbah, menata kayu, mengikat Ishak, dan meletakkannya di atas mezbah. Saat pisau diangkat untuk mengorbankan putranya, terdengar suara dari langit memanggil namanya.
Kejadian 22:9–10 (TB) “Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.”
Adegan ini menjadi momen paling menegangkan dalam sejarah iman—sebuah titik di mana ketaatan diuji hingga batas terakhir.
Tuhan Menyediakan Korban Pengganti
Tepat sebelum pisau itu turun, Tuhan menghentikan tangan Abraham.
Kejadian 22:11–13 (TB) “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Ku-ketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah...”
Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan tersangkut di belukar. Domba itulah yang kemudian dipersembahkan sebagai pengganti Ishak.
Peristiwa ini melambangkan kasih dan penyediaan Tuhan bagi umat-Nya — bahwa ketaatan dan iman yang sejati tidak pernah dibiarkan berakhir dalam kesia-siaan.
Gunung Moria menjadi saksi bagaimana iman sejati diuji bukan melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan nyata yang penuh penyerahan. Abraham lulus dari ujian itu bukan karena kekuatannya sendiri, tetapi karena ia percaya penuh bahwa Allah yang memerintahkan adalah Allah yang akan menyediakan.
Nama tempat itu pun disebut Abraham: “YHWH Yireh” — Tuhan yang menyediakan. (Kejadian 22:14).
Tuhan Jesus Memberkato CP.0811762709. Salom.( A27).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.