Oleh : Pdt Manser Sagala,M.Th.
Pernyataan bahwa "Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan" merupakan salah satu inti paling krusial dari seluruh ajaran iman Kristen. Istilah "Injil" sendiri berasal dari bahasa Yunani Euangelion, yang berarti "Kabar Baik".
Untuk memahami mengapa Injil disebut sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan, kita perlu melihat dasar Alkitabiahnya yang paling utama, yaitu dalam Roma 1:16-17.
1. Dasar Firman Tuhan Utama: Roma 1:16-17
Rasul Paulus menuliskan hal ini dengan sangat tegas dalam suratnya kepada jemaat di Roma:
Roma 1:16-17 (TB) "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh iman.'"
2. Penjelasan Mendalam Mengapa Injil adalah Kekuatan Allah
Mengapa Injil tidak hanya disebut sebagai "cerita tentang Allah" melainkan "kekuatan Allah"? Berikut adalah penjelasannya berdasarkan firman Tuhan:
A. Kata "Kekuatan" Menggunakan Istilah Dunamis
Dalam bahasa asli Yunani, kata "kekuatan" yang digunakan adalah dunamis (yang menjadi akar kata "dinamit"). Ini bukan sekadar kekuatan biasa, melainkan kekuatan yang dinamis, dahsyat, berkuasa penuh, dan mampu menghancurkan belenggu dosa. Injil memiliki kuasa aktif untuk mengubah total hidup seseorang.
B. Menyelamatkan dari Apa? (Kondisi Manusia yang Terhilang)
Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari hukuman dosa melalui perbuatan baik atau hukum Taurat. Roma 3:23: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Roma 6:23a: "Sebab upah dosa ialah maut..." Karena manusia mati secara rohani, dibutuhkan intervensi supranatural. Di sinilah Injil bekerja sebagai satu-satunya "obat" atau jalan keluar yang disediakan oleh Allah sendiri.
C. Inti dari Injil: Karya Kristus di Salib
Kekuatan Allah itu menjadi nyata melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Di atas kayu salib, Yesus menanggung kutuk dosa manusia agar manusia dibenarkan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.