Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Ungkapan "Injil adalah kekuatan Allah" bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan sebuah kebenaran teologis yang menjadi fondasi utama iman Kristen. Keyakinan yang kokoh tidak dibangun di atas perasaan manusia yang labil atau situasi dunia yang berubah-ubah, melainkan di atas kuasa Allah yang dinamis dan menyelamatkan melalui Injil.
Berikut adalah penjelasan mengapa Injil disebut sebagai kekuatan Allah yang memberikan keyakinan kokoh, disertai dengan firman Tuhan yang mendasarinya:
1. Injil adalah Kuasa Allah yang Menyelamatkan (Dunamis)
Dasar utama dari konsep ini tertulis dalam Roma 1:16: "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani." Kata "kekuatan" dalam teks asli Yunani menggunakan kata "Dunamis" (yang menjadi akar kata dinamit). Ini menunjukkan bahwa Injil bukanlah kata-kata bijak yang pasif, melainkan kekuasaan aktif, dinamis, dan meledak-ledak yang sanggup menghancurkan belenggu dosa dan maut. Mengapa menghadirkan keyakinan kokoh? Karena keselamatan kita tidak bergantung pada kekuatan atau kebaikan diri kita sendiri, melainkan pada Dunamis Allah yang menjamin keselamatan itu secara mutlak ketika kita percaya.
2. Injil Membawa Pembenaran oleh Iman
Keyakinan kita sering goyah karena rasa bersalah akibat dosa. Injil memberikan solusi total terhadap masalah ini.
Roma 1:17: "Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: 'Orang benar akan hidup oleh iman.'" Melalui pengorbanan Kristus di salib yang diberitakan oleh Injil, kebenaran Allah diperhitungkan kepada kita. Kita tidak lagi dipandang sebagai orang berdosa yang terhukum, melainkan sebagai orang yang telah dibenarkan. Keyakinan yang kokoh lahir saat kita tahu bahwa posisi kita di hadapan Allah sudah aman karena iman kepada Yesus.
3. Salib Kristus: Hikmat dan Kekuatan Allah
Bagi dunia, berita tentang salib mungkin terdengar bodoh atau tidak masuk akal. Namun bagi orang percaya, di situlah letak kekuatan yang tak tergoyahkan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.