Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Injil yang menyelamatkan" (The Saving Gospel) adalah inti sari dari seluruh iman Kristen. Kata "Injil" sendiri berasal dari bahasa Yunani Euangelion, yang berarti "Kabar Baik". Bukan sekadar buku atau ajaran moral biasa, Injil adalah kabar baik tentang keselamatan yang dikerjakan oleh Allah melalui Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia dari hukuman dosa.
Berikut adalah penjelasan mengenai makna penting Injil yang menyelamatkan, didasarkan pada Firman Tuhan:
1. Apa Inti dari Injil yang Menyelamatkan?
Rasul Paulus merangkum inti dari Injil ini dengan sangat jelas dalam 1 Korintus 15:1-4.
Injil yang menyelamatkan berpusat pada tiga peristiwa historis: Kristus mati karena dosa-dosa kita (sesuai Kitab Suci). Ia telah dikuburkan. Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga (sesuai Kitab Suci).
1 Korintus 15:1-2 "Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang telah kuingatkan kepadamu... oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya..." 2. Makna Penting Injil yang Menyelamatkan
A. Injil adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan
Injil bukan sekadar teori filsafat atau nasihat bijak, melainkan kuas yang aktif. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dengan perbuatan baik, karena standar Allah adalah kesempurnaan. Injil menjadi penting karena inilah satu-satunya jalan Allah untuk menjangkau dan mengubah hidup manusia.
Roma 1:16 "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya..."
B. Membebaskan Manusia dari Murka Allah dan Hukuman Dosa
Upah dosa adalah maut—perpisahan kekal dari Allah di neraka. Makna penting Injil adalah terjadinya "pertukaran yang agung" (The Great Exchange). Yesus yang tidak berdosa menanggung hukuman kita, supaya kita yang berdosa dibenarkan di hadapan Allah.
Roma 6:23 "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
2 Korintus 5:21 "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."
C. Menunjukkan Kasih Karunia (Anugerah)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.