Jakarta, Sinata.id - Saham Meta menguat sekitar 3 persen di tengah rencana perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar yang diperkirakan menyasar lebih dari 20 persen tenaga kerjanya. Langkah ini diambil seiring peningkatan belanja perusahaan di sektor kecerdasan buatan (AI) pada 2026.
Informasi tersebut muncul setelah manajemen puncak Meta dilaporkan telah meminta jajaran pimpinan senior menyusun skema pengurangan karyawan.
Mengacu pada jumlah pegawai Meta yang mencapai sekitar 79.000 orang per Desember 2025, kebijakan itu berpotensi berdampak pada lebih dari 15.000 pekerja.
Jika terealisasi, kebijakan ini akan menjadi pemangkasan tenaga kerja terbesar sejak 2022, ketika CEO Mark Zuckerberg mengumumkan pengurangan sekitar 11.000 karyawan sebagai bagian dari efisiensi biaya.
Rencana PHK tersebut terjadi di tengah percepatan investasi Meta dalam pengembangan infrastruktur AI. Dalam laporan kinerja terbaru, perusahaan mengalokasikan belanja modal untuk AI pada kisaran 115 miliar hingga 135 miliar dolar AS sepanjang 2026, meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Langkah ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas di industri teknologi global. Sejumlah perusahaan besar juga melakukan restrukturisasi tenaga kerja seiring adopsi AI.
Block, misalnya, memangkas sekitar 4.000 karyawan pada Februari 2026 untuk mempercepat operasional dengan tim lebih ramping berbasis otomatisasi.
Sementara Amazon menghapus sekitar 16.000 posisi pada Januari dengan tujuan menyederhanakan struktur organisasi di tengah ekspansi investasi AI.
Data dari perusahaan konsultan Challenger, Gray & Christmas mencatat, hingga awal 2026, lebih dari 12.000 PHK di Amerika Serikat dikaitkan langsung dengan implementasi teknologi AI.
Di sisi lain, peningkatan agresif investasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan investor terkait keberlanjutan belanja dibandingkan potensi pendapatan dari teknologi tersebut.
Zuckerberg sebelumnya menyebut 2026 sebagai tahun krusial bagi pengembangan AI, dengan fokus pada penciptaan sistem kecerdasan personal yang lebih maju.
Sebagai bagian dari ekspansi tersebut, Meta juga telah menanamkan investasi sebesar 14,3 miliar dolar AS di Scale AI dan merekrut CEO-nya, Alexandr Wang, bersama sejumlah peneliti utama.
Analis dari Jefferies menilai langkah pengurangan tenaga kerja yang dibarengi peningkatan investasi AI mencerminkan perubahan struktural di industri teknologi.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.