MENU
Iran Balas Serangan AS-Israel, Rudal Hujani Tel Aviv dan Israel Utara
WA FB
Dunia

Iran Balas Serangan AS-Israel, Rudal Hujani Tel Aviv dan Israel Utara

R Editor : Redaksi Sinata | 28 Feb 2026 | 16:29 WIB
Iran Balas Serangan AS-Israel, Rudal Hujani Tel Aviv dan Israel Utara
Iran meluncurkan gelombang pertama rudal dan drone ke Israel setelah serangan gabungan AS-Israel ke Teheran. Ledakan terdengar di Tel Aviv, sirene meraung, Timur Tengah di ambang perang terbuka. (Ist)

Teheran, Sinata.id - Ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis dalam hitungan jam. Dunia menyaksikan babak baru konflik terbuka ketika Iran meluncurkan gelombang serangan balasan ke wilayah Israel, menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran lebih dulu pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat.

Ledakan terjadi di Israel utara. Sirene serangan udara meraung-raung hingga Tel Aviv. Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan penuh untuk mencegat rudal yang meluncur dari Iran. Situasi mencekam terjadi hampir bersamaan di berbagai titik.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan pernyataan bahwa negara itu tengah bersiap “membalas dendam” dan akan memberikan “respons kuat” terhadap serangan yang disebut sebagai agresi terkoordinasi dari Washington dan Tel Aviv.

Kantor berita resmi IRNA memastikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi “hidup dan sehat”, di tengah spekulasi yang beredar akibat eskalasi militer. Laporan lain menyebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Di pihak Israel, militer mengonfirmasi telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayahnya.

“Angkatan Udara Israel saat ini beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman jika diperlukan guna menghilangkan risiko,” demikian pernyataan resmi militer.

Warga diminta mengikuti instruksi Komando Front Dalam Negeri dan segera masuk ke ruang perlindungan ketika menerima peringatan.

Militer Israel juga mengingatkan bahwa sistem pertahanan udara mereka “tidak bersifat hermetik” atau tidak sepenuhnya kedap. Artinya, potensi kebocoran tetap ada. Dalam perkembangan berikutnya, disebutkan adanya tambahan gelombang rudal yang kembali diarahkan ke Israel.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan telah meluncurkan “gelombang pertama” drone dan rudal ke target-target di Israel. Pernyataan itu mempertegas bahwa Teheran tidak sekadar mengeluarkan ancaman retoris, tetapi benar-benar menggerakkan kemampuan militernya.

Di luar Israel, ketegangan juga menjalar ke Teluk. Asap terlihat dari area pangkalan militer Amerika Serikat di sekitar Juffair, Bahrain. Otoritas setempat menyatakan serangan rudal menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di negara kepulauan tersebut. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban maupun kerusakan besar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.