MENU
Iran dan AS Berselisih soal Pencabutan Sanksi Nuklir, Negosiasi Berlan...
WA FB
Berita

Iran dan AS Berselisih soal Pencabutan Sanksi Nuklir, Negosiasi Berlanjut

J Editor : Jansen Siahaan | 22 Feb 2026 | 19:48 WIB
Iran dan AS Berselisih soal Pencabutan Sanksi Nuklir, Negosiasi Berlanjut
Para pengunjuk rasa membawa bendera nasional Iran pra-Revolusi Iran bergambar "Singa dan Matahari" yang besar, selama 'Pawai untuk Iran Merdeka'. (reuters)

Teheran, Sinata.id – Iran dan Amerika Serikat (AS) masih memiliki perbedaan pandangan terkait pencabutan sanksi dalam pembicaraan untuk mengekang ambisi nuklir Teheran.

Hal itu disampaikan seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, Minggu (22/2/2026), seraya menyebut putaran negosiasi baru direncanakan pada awal Maret di tengah meningkatnya kekhawatiran konfrontasi militer.

Kedua negara kembali memperbarui negosiasi awal bulan ini guna meredakan perselisihan panjang mengenai program nuklir Iran. Di saat yang sama, Washington meningkatkan kemampuan militernya di kawasan Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan potensi perang yang lebih luas.

Iran juga telah memperingatkan akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah apabila mendapat serangan dari pasukan Amerika.

“Putaran pembicaraan terakhir menunjukkan bahwa gagasan AS mengenai cakupan dan mekanisme pencabutan sanksi berbeda dari tuntutan Iran. Kedua belah pihak perlu mencapai jadwal yang logis untuk mencabut sanksi,” kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa peta jalan negosiasi harus rasional dan didasarkan pada kepentingan bersama. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sebelumnya menyatakan berharap draf usulan balasan dapat disiapkan dalam beberapa hari. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas.

Kesiapan untuk Berkompromi

Meski menolak tuntutan AS terkait kebijakan “pengayaan nol” isu krusial dalam negosiasi sebelumnya Teheran memberi sinyal kesiapan untuk berkompromi dalam aktivitas nuklirnya.

Washington memandang pengayaan uranium di dalam negeri Iran sebagai jalur potensial menuju pengembangan senjata nuklir. Namun, Iran membantah memiliki ambisi tersebut dan menegaskan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan damai harus diakui.

AS juga menuntut Iran melepaskan cadangan uranium yang sangat diperkaya (highly enriched uranium/HEU). Badan nuklir PBB tahun lalu memperkirakan stok tersebut melebihi 440 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian 60 persen tidak jauh dari ambang 90 persen yang biasanya dikaitkan dengan senjata nuklir.

Seorang pejabat Iran menyebut Teheran dapat mempertimbangkan kombinasi langkah, seperti mengekspor sebagian stok HEU, menurunkan tingkat kemurnian uranium, serta membentuk konsorsium pengayaan regional. Langkah itu bisa ditempuh dengan syarat hak Iran atas “pengayaan nuklir damai” diakui.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.