MENU
Iran Pamer Kekuatan Lewat Latihan Militer Bersama Rusia dan China
WA FB
News

Iran Pamer Kekuatan Lewat Latihan Militer Bersama Rusia dan China

R Editor : Redaksi Sinata | 01 Feb 2026 | 19:14 WIB
Iran Pamer Kekuatan Lewat Latihan Militer Bersama Rusia dan China
Iran akan menggelar latihan laut gabungan dengan China dan Rusia di Samudra Hindia, di tengah ketegangan tinggi dengan Amerika Serikat. (Ist)

Teheran, Sinata.id – Peta kekuatan global di kawasan Timur Tengah kembali bergerak. Di saat hubungan dengan Amerika Serikat memanas, Iran mengumumkan akan menggelar latihan militer angkatan laut bersama China dan Rusia di perairan strategis Samudra Hindia bagian utara, pertengahan Februari mendatang.

Manuver ini menjadi sinyal tegas bahwa Teheran tidak berdiri sendiri. Latihan yang diberi sandi “Sabuk Keamanan Maritim” itu akan mempertemukan armada dari tiga negara dalam satu formasi tempur gabungan.

Mengutip Middle East Monitor, Minggu (1/2/2026), ini merupakan edisi kedelapan sejak latihan tersebut pertama kali digelar pada 2019 atas inisiatif angkatan laut Iran.

Latihan ini akan melibatkan unit dari angkatan laut reguler Iran, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta unsur angkatan laut dari China dan Rusia. Seluruh rangkaian latihan akan berlangsung di kawasan Samudra Hindia bagian utara—wilayah yang menjadi jalur vital perdagangan dan kepentingan militer internasional.

Sejak pertama kali diluncurkan, latihan ini telah digelar tujuh kali dan terus diperluas, menandakan peningkatan koordinasi militer antara Teheran, Moskow, dan Beijing.

Ketegangan dengan Washington Jadi Latar Belakang

Pengumuman ini muncul di tengah eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa armada besar negaranya sedang bergerak ke arah Iran, sembari menyerukan agar Teheran kembali ke meja perundingan.

Pemerintah Iran menanggapi pernyataan tersebut dengan peringatan keras.

Pejabat Teheran menegaskan, setiap serangan terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh.

Meski memperlihatkan kekuatan militer, Iran menyatakan tidak sepenuhnya menutup pintu diplomasi. Namun, Teheran menegaskan bahwa dialog hanya akan dilakukan jika memenuhi prinsip yang mereka anggap adil, setara, dan tanpa tekanan sepihak. [a46]

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.