MENU
Banner SINATA.ID
Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Semakin Dekat, Trump Bantah Isi Dokum...
WA FB
Dunia

Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Semakin Dekat, Trump Bantah Isi Dokumen yang Bocor

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan nota kesepahaman antara kedua negara kini hampir mencapai titik final.

T Editor : Tigor Munthe | 13 Jun 2026 | 09:17 WIB
Iran Sebut Kesepakatan dengan AS Semakin Dekat, Trump Bantah Isi Dokumen yang Bocor
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Foto: Antara)

MOSKOW, Sinata.id – Pemerintah Iran menyatakan perundingan dengan Amerika Serikat terkait sengketa nuklir dan sanksi ekonomi telah mencapai tahap paling dekat menuju kesepakatan sejak negosiasi dimulai.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan nota kesepahaman antara kedua negara kini hampir mencapai titik final. Namun, ia meminta media dan publik untuk tidak berspekulasi mengenai isi dokumen tersebut selama proses perundingan masih berlangsung.

"Nota kesepahaman kini berada pada tahap yang paling dekat untuk disepakati," tulis Araghchi melalui media sosial X pada Jumat (12/6/2026).

Menurut Araghchi, pemerintah Iran akan mengumumkan seluruh rincian kesepakatan secara terbuka setelah proses finalisasi selesai dilakukan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah laporan media Iran mengenai isi nota kesepahaman yang sedang dirundingkan.

Trump menegaskan bahwa rincian yang beredar di media tidak sesuai dengan dokumen yang telah dibahas kedua pihak.

"Ketentuan-ketentuan yang dibocorkan Iran kepada media adalah berita palsu dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketentuan yang telah disepakati secara tertulis," tulis Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social.

Penegasan serupa disampaikan Wakil Presiden AS, J. D. Vance. Ia membantah spekulasi bahwa Amerika Serikat akan mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan sebagai bagian dari kesepakatan.

Menurut Vance, Iran tidak akan menerima dana tunai maupun pencairan aset hanya karena menandatangani nota kesepahaman atau menghadiri pertemuan diplomatik.

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan isi draf nota kesepahaman yang disebut mengatur sejumlah syarat dari pihak Iran.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Teheran tidak akan memulai perundingan mengenai program nuklirnya sebelum Washington memenuhi beberapa tuntutan, termasuk membebaskan sekitar 12 miliar dolar AS dana Iran yang dibekukan, menangguhkan sanksi ekspor minyak, serta mengakhiri blokade laut yang diberlakukan terhadap negara tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari kedua negara mengenai isi final dokumen yang sedang dinegosiasikan. 

Perbedaan pernyataan antara pejabat Iran dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa sejumlah isu penting masih menjadi bagian dari pembahasan menjelang kemungkinan tercapainya kesepakatan baru. (A08/Antara)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.