MENU
Iran Sejak 1979: Garis Waktu Krisis, Perang, dan Konflik Nuklir
WA FB
Dunia

Iran Sejak 1979: Garis Waktu Krisis, Perang, dan Konflik Nuklir

J Editor : Jansen Siahaan | 13 Jan 2026 | 16:20 WIB
Iran Sejak 1979: Garis Waktu Krisis, Perang, dan Konflik Nuklir
Aksi demo diwarnai pembakaran di Teheran Iran. (iraninternational)

Teheran, Sinata.id - Dari krisis sandera, perang berkepanjangan, hingga sengketa nuklir, perjalanan Iran sejak Revolusi Islam 1979 terus membentuk identitas politik dan kebijakan negaranya.

Gelombang protes di Iran kerap menjadi sorotan dunia. Pemerintah dan kelompok oposisi saling menuduh sebagai pihak yang memperkeruh situasi dan meningkatkan kekerasan. Pemerintah Iran juga berulang kali menyatakan bahwa campur tangan asing berada di balik aksi-aksi protes tersebut.

Demonstrasi ini menjadi bagian dari rangkaian perlawanan terhadap sistem pemerintahan Iran sejak revolusi 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi dan mengantarkan berdirinya Republik Islam Iran.

Selain gejolak politik, negara ini juga berulang kali menghadapi krisis besar lainnya, mulai dari gempa bumi mematikan, perang, sanksi internasional, ketegangan nuklir, intervensi regional, hingga dinamika politik internal.

1979

Februari: Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali ke Iran setelah 14 tahun diasingkan di Irak dan Prancis.

April: Melalui referendum nasional, Iran resmi dinyatakan sebagai Republik Islam.

November: Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi pertamanya terhadap Iran menyusul krisis penyanderaan diplomat AS di Kedutaan Besar AS di Teheran.

1980

September: Irak menginvasi Iran. Perang Iran–Irak berlangsung selama delapan tahun dengan perkiraan korban tewas sekitar 500.000 orang, di mana Iran mengalami kerugian lebih besar. Irak juga menggunakan senjata kimia terhadap warga Iran dan Kurdi Irak.

1981

Januari: Seluruh sandera AS dibebaskan, mengakhiri krisis sandera Iran.

Juni: Bom meledak di markas Partai Republik Islam di Teheran, menewaskan puluhan pejabat senior, termasuk Kepala Kehakiman Mohammad Beheshti.

Agustus: Presiden Mohammad-Ali Rajai dan Perdana Menteri Mohammad Javad Bahonar tewas dalam serangan bom. Pemerintah menyalahkan kelompok oposisi Mojahedin-e Khalq (MEK).

1982

Juni: Israel menginvasi Lebanon. Iran mulai mendanai dan mendukung kelompok yang kemudian dikenal sebagai Hizbullah.

Juli: Kapal perang AS USS Vincennes menembak jatuh pesawat sipil Iran Air di Teluk Persia, menewaskan seluruh 290 penumpang.

Agustus: Gencatan senjata Iran–Irak dimulai melalui mediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

1989

Juni: Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini wafat. Ayatollah Ali Khamenei dipilih sebagai penggantinya oleh Majelis Pakar.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.