1990
Juni: Gempa bumi besar melanda Iran dan menewaskan sekitar 40.000 orang.
1995
Maret–Mei: AS memberlakukan sanksi minyak dan perdagangan terhadap Iran, dengan tuduhan dukungan terhadap terorisme dan ambisi senjata nuklir.
1998
September: Taliban mengakui pembunuhan delapan diplomat Iran dan seorang jurnalis di Afghanistan. Iran mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan.
2002
Januari: Presiden AS George W. Bush menyebut Iran sebagai bagian dari “poros kejahatan”.
2003
Maret: AS menginvasi Irak. Iran mulai mendukung milisi dan kelompok politik Syiah di negara tersebut.
November: Iran mengumumkan penangguhan sementara pengayaan uranium dan mengizinkan inspeksi PBB yang lebih luas.
Desember: Gempa Bam menewaskan hingga 40.000 orang di Iran selatan.
2006
Desember: Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terkait program nuklir Iran.
2007
Oktober: AS memberlakukan sanksi tambahan terhadap Iran.
2010
September: Iran menuduh Israel dan AS terlibat dalam serangan siber terhadap fasilitas nuklirnya.
2011
Maret: Iran mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam menumpas pemberontakan rakyat.
2012
Januari: Uni Eropa memboikot ekspor minyak Iran.
September: IAEA menyatakan hambatan inspeksi di fasilitas militer Parchin.
Oktober: Nilai mata uang rial Iran jatuh drastis akibat sanksi internasional.
2015
Juli: Iran menandatangani kesepakatan nuklir JCPOA dengan AS dan negara-negara besar dunia.
2018
Mei: Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir JCPOA.
2020
Januari: Komandan Pasukan Quds IRGC, Qassem Soleimani, tewas dalam serangan drone AS di Baghdad.
2024
April: Israel membom Kedutaan Besar Iran di Damaskus, menewaskan tujuh orang, termasuk dua jenderal IRGC.
Mei: Presiden Iran Ebrahim Raisi meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter.
Juli: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dibunuh di Teheran.
2025
Juni: Israel menyerang Iran, memicu perang selama 12 hari yang menewaskan sedikitnya 610 warga Iran dan 28 warga Israel. (aljazeera/A02)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.