Iran, Sinata.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran dilaporkan melakukan blokade de facto di Selat Hormuz selama beberapa pekan terakhir. Langkah ini disebut sebagai respons atas serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan akses di wilayah ini langsung memicu kekhawatiran global, terutama terkait distribusi energi dan stabilitas ekonomi internasional. Ribuan Kapal Tertahan di Jalur Vital Dampak dari pembatasan tersebut cukup signifikan. Diperkirakan hampir 2.000 kapal tertahan di sekitar Selat Hormuz, yang berada di antara Iran di bagian utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di sisi selatan.
Situasi ini membuat jalur perdagangan global terganggu, terutama bagi kapal-kapal tanker yang mengangkut minyak dan gas dari kawasan Teluk. Iran Bahas Biaya Transit di Parlemen Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran mulai membahas rencana penerapan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Media lokal melaporkan bahwa rancangan undang-undang terkait hal ini sedang disiapkan oleh parlemen.
Seorang pejabat menyebut bahwa biaya tersebut akan digunakan untuk menjamin keamanan kapal selama melintasi jalur tersebut. Ia juga menilai kebijakan ini sebagai hal yang wajar, mengingat banyak negara lain menerapkan sistem serupa pada koridor perdagangan mereka. Sistem “Pos Tol” Sudah Diterapkan Meski masih dalam tahap pembahasan resmi, laporan industri pelayaran menyebut bahwa sistem pengawasan mirip “pos tol” telah diberlakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Dalam skema ini, kapal-kapal diwajibkan mengikuti rute tertentu dan proses verifikasi sebelum melintas.
Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan kapal dilaporkan telah mengikuti prosedur tersebut. Beberapa di antaranya bahkan tidak mengaktifkan sistem pelacakan otomatis (AIS) saat melintasi wilayah tersebut. Dugaan Biaya Capai Jutaan Dolar Sejumlah sumber juga mengungkapkan bahwa beberapa kapal telah dikenakan biaya transit hingga jutaan dolar AS. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk menutup biaya konflik yang sedang berlangsung.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.